Kemendag Musnahkan Barang Impor Ilegal

Surabaya, KabarGRESS.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) memusnahkan barang hasil temuan impor tidak sesuai izin, bertempat di Pergudangan Tambak Langon Surabaya, Selasa (10/9/2019).

Barang impor ilegal yang dimusnahkan berasal dari empat importir di Surabaya dan jumlah totalnya sembilan kontainer atau senilai Rp8 miliar. Tampak hadir Veri Anggrijono selaku Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Wahyu Widayat selaku Direktur Tertib Niaga, serta Ojak Simon Manurung selaku Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa.

Direktur Jenderal PKTN Kemendag, Veri Anggrijono, mengatakan barang yang dimusnahkan merupakan hasil temuan kegiatan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean (post border) pada periode Januari-Agustus 2019 di wilayah Jawa Timur.

“Barang yang dimusnahkan terdiri dari raket nyamuk, korek api, minyak ikan, luminer, dan kertas kanvas senilai Rp8 miliar dari empat importir,” ujarnya.

Dikatakannya, pemusnahan dilakukan karena adanya pelanggaran yang dilakukan importir, yakni tidak adanya kelengkapan izin impor atau tidak sesuai ketentuan larangan dan pembatasan barang yang diimpor, misalnya surat persetujuan impor, nomor pendaftaran barang, serta laporan surveyor.

Kata dia, sehari sebelumnya PKTN juga melakukan kegiatan serupa di Semarang, Jawa Tengah dengan pemusnahan barang temuan berupa mainan anak, biji plastik dan sepeda roda dua dari empat importir.

“Dari kegiatan pengawasan, ditemukan importir yang melakukan pelanggaran, yaitu melakukan importasi tidak disertai perizinan impor yang sesuai. Karena itu, barang impor tersebut dikenakan sanksi pemusnahan,” urainya.

Ditambahkan, mekanisme pengawasan post border terdiri pemeriksaan kesesuaian antara izin impor milik pelaku usaha yang dikeluarkan Kemendag dengan barang yang diimpor. Pemusnahan ini dilakukan setelah barang keluar dari kawasan pabean dengan tujuan mendorong percepatan usaha dan investasi di Indonesia.

“Mekanisme post border bertujuan mempermudah pelaku usaha dalam melakukan importasi. Namun, sebagai konsekuensinya Kemendag akan memperketat pengawasan barang impor di luar pabean,” pungkasnya. (ro)

Leave a Reply


*