Agustus, Jatim Inflasi 0,12 Persen

Surabaya, KabarGRESS.com – Pada Agustus 2019, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,12 persen atau sama dengan inflasi nasional. Tujuh kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Jember yang mencapai 0,33 persen, sedangkan deflasi terjadi di Kediri sebesar 0,23 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono mengatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran pada Agustus 2019, lima kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga sebesar 1,55 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 0,57 persen. 

Sementara komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan Agustus 2019 ialah emas perhiasan, biaya sekolah dasar, dan cabai rawit. “Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah bawang merah, tomat sayur, dan angkutan udara,” ungkap Teguh Pramono di kantornya, Senin (2/9/2019). 

Sedangkan laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di Agustus 2019 mencapai 1,44 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2019 terhadap Agustus 2018) mencapai 2,51 persen. Pada Agustus, kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,44 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami deflasi 0,23 persen, dan komponen bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,66 persen. 

Selama Agustus, dari 6 ibukota provinsi di Pulau Jawa, lima ibukota provinsi mengalami inflasi dan satu ibukota provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bandung sebesar 0,61 persen, kemudian diikuti Semarang sebesar 0,47 persen, DKI Jakarta sebesar 0,17 persen, Surabaya sebesar 0,11 persen, dan Yogyakarta sebesar 0,07 persen. Kemudian Serang mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. 

Inflasi tahun kalender Agustus 2019 menunjukkan seluruh ibukota provinsi di Pulau Jawa mengalami inflasi. Inflasi tahun kalender ibukota provinsi di Pulau Jawa tertinggi terjadi di Serang sebesar 2,76 persen, diikuti Bandung 2,60 persen, DKI Jakarta 2,55 persen, Semarang 2,50 persen, Yogyakarta 1,87 persen, dan Surabaya sebesar 1,42 persen. (ro)

Leave a Reply


*