Bersama dengan Team Sahabat Jokowi Membuat Ekonomi Antiriba

Joko Tunggono, selaku Dewan Pembina Koperwan, Evie Maysarah, Ketua Koperwan, Maxwin, serta Ester Mandalawati, Ketua Koperwan

Jakarta, KabarGRESS.com – Maxwin Organization berkolaborasi dengan Koperasi Peranan Wanita (Koperwan), memberikan pengenalan sekaligus pendidikan tentang antiriba, di Jakarta, baru-baru ini. Para anggota Koperwan sangat antusias menyimak materi antiriba yang disampaikan Konsultan Bisnis dan Founder Maxwin Organization, Maxmillian Winardi. Tampak hadir di acara tersebut, Joko Tunggono selaku Dewan Pembina Koperwan, Evie Maysarah, Ketua Koperwan, serta Ester Mandalawati, Ketua Koperwan.

Menurut Maxwin, konsep di negara-negara maju bahwa untuk mendapatkan modal usaha tidak lagi pakai jaminan, tanpa bunga dan tanpa pengembalian. “Ketika seseorang membutuhkan dana langkah yang biasa diambil adalah mengajukan pinjaman ke Perbankan dimana pada prosesnya tentu saja akan membutuhkan jaminan dan akan dikenakan bunga bagi peminjamnya. Pengetahuan masyarakat tentang praktek riba masih rendah baik terhadap hukum dasar, jenis riba, dan dampak buruknya sehingga tak jarang karena minimnya pengetahuan tersebut praktek riba masih banyak terjadi,” terangnya.

Konsep ekonomi antiriba inilah yang diperjuangkan Maxwin Organization mengingat riba atau renten sangat dilarang oleh semua agama. Maxwin Organization yang berafiliasi dengan BeliBisnis.com Group merupakan investment company di Indonesia, mempunyai program revolusioner untuk mewujudkan Indonesia Bebas Riba. Program revolusioner akan menggantikan Bisnis Perbankan yang selama ini tidak bisa terlepas dari sistem riba menjadi Bisnis yang bebas riba.

Maxwin Organization juga mengajak Perbankan, BPR dan Koperasi untuk berkolaborasi, dimana nantinya kolaborasi ini akan merubah konsep bisnis Perbankan, BPR dan Koperasi dari konsep bisnis konvensional menjadi konsep bisnis sharing economy. Melalui kolaborasi ini Perbankan, BPR dan Koperasi dapat meningkatkan assetnya menjadi 10 kali lipat dalam waktu 5 tahun.

Ia mencontohkan para pemilik Tokopedia, Bukalapak, dan GOJEK yang masuk daftar 150 orang terkaya di Indonesia tersebut memanfaatkan sistem sharing Investment. Dengan sistem ini, lanjutnya, maka akan mengubah budaya ekonomi di Indonesia lebih maju. Sebab mereka dituntut agar berpikir bagaimana caranya membuat satu investasi dalam lima tahun bisa menjadi sepuluh.

Pada kesempatan sama, Joko Tunggono, selaku Dewan Pembina Koperwan, menyambut baik kegiatan pengenalan sekaligus pendidikan antiriba bagi Koperwan. “Dengan pendidikan antiriba, masyarakat akan jauh lebih paham. Pelaku usaha nantinya akan mendapatkan modal usaha tanpa bunga. Mereka bisa mandiri begitu juga koperasi,” tukasnya.

Evie Maysarah, Ketua Koperwan, bahkan sangat berapi-api agar koperasi bebas riba. “Kegiatan ini sangat penting agar memahami secara lebih rinci antiriba. Riba harus dihindari. Bisa tidak bisa harus bisa,” tandasnya.

Sedangkan Ester Mandalawati, Ketua Koperwan, riba memang harus dihindari. “Gotong royong menjadi semangat kita untuk mewujudkan koperasi yang bebas riba,” tegasnya. (ro)

Leave a Reply


*