KINERJA RISMA MULAI MENDAPAT SOROTAN PUBLIK

Kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang akan segera berakhir, mulai dikritisi berbagai kalangan.

SURABAYA , KabarGress.com – Para pelaku usaha mpisalnya, menyayangkan banyaknya potensi Kota Surabaya yang belum dimanfaatkan untuk mendongkrak kesejahteraan warganya.
Warsito, salah satu tokoh masyarakat, yang akrab di sapa Cak War menyebut keberadaan pelabuhan terbesar se kawasan Indonesia Timur dan puluhan pasar di Surabaya, yang belum berdampak positif bagi warganya. “Kita punya Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), dan Terminal Teluk Lamong (TTL). Mereka beroprrasi di Surabaya, tapi kita warga Surabaya baru kebagian debunya saja,” ujarnya di Surabaya, Senin (5/8/2019).

Seharusnya, kata dia, Pemkot Surabaya bisa memanfaatkan potensi ini untuk mendongkrak pendapatan asli daerah, sekaligus membuka peluang usaha bagi warganya. Warsito yang juga pengusaha ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) itu misalnya menyebut, pantai Surabaya sangat panjang.

Pemkot Surabaya, kata dia, bisa saja berkoordinasi dengan Pelindo III selaku pengelola pelabuhan, agar anggaran corporate social responsilibilty (CSR)-nya diarahkan untuk kesejahteraan rakyatnya. Wali kota, dengan kebijakannya juga bisa memanfaatkan pesisir pantai untuk membuka peluang usaha masyarakat sekitar.

Warsito juga mempersoalkan keberadaan sekitar 70 lebih pasar tradisional di Kota Surabaya yang belakangan semakin tidak diminati pengunjung. “Pasar merupakan ajang bisnis riil masyarakat. Di situ para pembeli dan penjual saling bertemu,” ujarnya.

Tapi sayangnya, kata dia, perhatian pemkot terhadap puluhan pasar itu sangat rendah. Dia kemudian menyebutkan salah satu pasar di Surabaya seperti Pasar Tunjungan, yang lokasinya hanya berseberangan dengan Super Mall Tunjungan Plaza.

Kondisi pasar itu dibiarkan suram, dan berbanding terbalik dengan Tunjungan Plaza yang dikelola secara profesional oleh pihak swasta. Ironisnya lagi, mayoritas direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya selaku pihak yang bertanggungjawab mengelola puluhan pasar itu, justru harus menjalani proses hukum karena kasus korupsi.

Politisi berlatar belakang pengusaha ini juga menyoroti banyaknya sentra pedagang kaki lima (PKL) bentukan Risma yang banyak dikeluhkan para penghuninya. “Coba lihat kondisi sentar PKL yang ada di Surabaya. Semuanya sepi. Kalau hitung-hitungan bisnis, tentu saja merugi. Saya kasihan para pedagangnya,” ujarnya.

Car War yang pernah masuk bursa pilkada wali kota Mojokerto ini juga menyorot soal keberadaan rumah sakit umum daerah (RSUD) yang belum merata. Kota Surabaya yang sebesar ini, kata dia, sangat kurang kalau hanya memiliki RSUD di Surabaya wilayah timur dan barat saja seperti sekarang.

Dalam kerangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga Kota RSUD jumlahnya mesti ditambah bukan hanya di timur dan ban wilayah barat tapi selatan – utara dan tengah . Dari segi anggaran lanjutnya tidak ada masalah APBD kota Surabaya cukup besar bisa mencover penambahan pembangunan RSUD milik Pemkot ( hery)

Leave a Reply


*