Pameran East Food Indonesia & East Pack Surabaya 2019 Resmi Dibuka

Prosesi pemotongan pita sebagai rangkaian pembukaan pameran
East Food Indonesia & East Pack Surabaya 2019

Surabaya, KabarGRESS.com – Pameran East Food Indonesia & East Pack Surabaya 2019 secara resmi dibuka oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya sekaligus Tim Ahli KADIN Jatim, Jamhadi, berlangsung di Grand City Surabaya. Pameran spesifik makanan minuman berskala internasional ini persembahan Krista Exhibitions yang ke-11, mulai hari ini hingga 23 Juni 2019.

Tampak hadir dalam acara pembukaan ini diantaranya Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia dan Kabid Kepegawaian Inspektorat Jenderal Kemendag, Lena Irianti. Selain itu hadir pula Ketua APJBI Jawa Timur, Benny Santoso, Ketua Umum ARPI, Hasanuddin, Ketua Umum ICA Jawa Timur, Fahriansyah, dan sejumlah perwakilan Duta Besar yang ada di Kota Surabaya.

CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, mengatakan pameran industri makanan dan minuman, bahan baku, teknologi dan jasa layanan, serta teknologi pengemasan ini diikuti lebih dari 185 peserta lokal dan internasional.

Pihaknya menargetkan pameran selama 4 hari ini dikunjungi 25.000 pengunjung, lebih banyak dari jumlah pengunjung pada pameran tahun 2018 yang mencapai 20.000 orang. “Target jumlah pengunjung kami tingkatkan, karena jumlah peserta pameran juga tambah 20 persen dari tahun lalu,” ujar Daud.

“Selain itu juga ada pavilion makanan dan minuman dari Korea Selatan yang memiliki daya tarik tersendiri,” tambahnya.

Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi, menerima cinderamata dari CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, usai membuka Pameran East Food Indonesia & East Pack Surabaya, Kamis (20/6/2019)

Jamhadi dalam sambutannya mengatakan, gelaran pameran skala internasional ini sangat tepat, sebagai ajang memperkenalkan usaha makanan dan minuman hingga alat-alat produksi.

“Pameran ini bisa meningkatkan kinerja perdagangan dan industri di Surabaya. Skala industri kita, 0,13% merupakan industri besar, 2,14% industri menengah, dan 97% lebih industri kecil mikro dan menengah,” ungkapnya.

“Dengan demikian, cara mengelola UMKM tidak bisa seperti yang sudah-sudah, tetapi harus dilakukan oleh banyak pihak dengan dilengkapi communal branding,” lanjutnya.

“Dengan ini semua pengusaha baik makanan, minuman, fashion, bisa bekerjasama dalam satu merk untuk bersama,” timpalnya.

Menurutnya, pameran ini juga mendukung program Walikota dan Kadin, dimana Kota Surabaya sebagai Smart City, Kota kreatif versi Unesco.

Disebutkan, ada 7 pokok bahasan dalam Kota Kreatif itu, nomor 1 adalah bidang makanan dan minuman, fashion, kerajinan, penyiaran, dan lainnya.

Para tamu VIP saat berkunjung ke salah satu booth peserta pameran

Menurutnya pula, ada empat bidang industri yang konsisten menjadi pendorong ekonomi Jawa Timur, dan yang paling maju adalah industri makanan dan minuman.

Karena itu, Jamhadi yakin pameran ini akan sukses, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur khusus Surabaya.

Pada kesempatan sama, Ketua Apkrindo Jatim, Tjahyono Haryono, mengatakan para pengusaha diharapkan mampu memanfaatkan pameran East Food Indonesia & East Pack Surabaya 2019 ini sebagai ajang branding produknya pada konsumen.

“Sebab ini akan mendatangkan industri-industri kreatif dari Indonesia Timur, dan saya yakin ini akan jadi momen yang bagus, apalagi untuk memperkenalkan produk baru serta memberikan wadah bagi konsumen untuk mencari produk baru,” tuturnya. (ro)

Leave a Reply


*