Mei, Jatim Inflasi 0,29 Persen

Surabaya, KabarGRESS.com – Pada Mei 2019, Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dari 134,80 pada April 2019 menjadi 135,19 pada Mei. Salah satu faktor pemicunya kenaikan pada daging ayam ras dan komoditas gula pasir, telur ayam ras, kentang, cabai merah dan angkutan antar kota. Selama Mei 2019, seluruh kota di Jawa Timur mengalami inflasi, tertinggi di  Sumenep 0,68 % dan terendah di Kediri 0,05 %.

Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, mengatakan kenaikan harga yang terjadi pad Puasa menjelang Lebaran pada komoditas daging ayam ras, gula apsir, telur ayam ras, angkutan antar kota, kentang, cabai merah besar, kelapa, buah anggur dan sayur wortel memicu terjadinya inflasi sepanjang Mei 2019. 

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,68 %, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah kelompok kelompok pendidikan, rekreasi olah raga 0,07 %,” terang Teguh di Surabaya, Senin (10/6/2019). 

Sementara laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan Mei 2019 mencapai 1,03 %, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2019 terhadap Mei 2018) mencapai 2,70 persen. “Pada Mei 2019 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,26 %, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,08 %, dan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,64 %,” ulasnya. 

Dari 6 ibu kota provinsi di pulau Jawa pada Mei 2019 kesemuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Bandung 0,84 % disusul DKI Jakarta 0,59 %, Serang Banten 0,56 %, Yoyakarta 0,42 %, Semarang 0,36 % dan Kota Surabaya 0,18 % Sedangkan inflasi tahun kalender Mei 2019 menunjukan seluruh ibu kota di Pulau Jawa mengalami inflasi. Inflasi tahun kalender ibu kota provinsi tertinggi di Pulau Jawa tertinggi di di serang Banten 1,85 %, disusul DKI Jakarta 1,64 %, Yogyakarta 1,49 %, Bandung 1,32 %, Semarang, 1,02 % dan Surabaya 1,03 %. (ro)

Leave a Reply


*