FORSIS Jatim Temukan Banyak Dugaan Kecurangan Pemilu

Nafisatul Qudsiyah, selaku Ketua FORSIS JATIM, menjelaskan temuan dugaan kecurangan pemilu

Surabaya, KabarGRESS.com – Dewan Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur Forum Silaturrahmi Santri (FORSIS), salah satu pemantau pemilu yang terdaftar di BAWASLU, menemukan banyak dugaan kecurangan-kecurangan dalam proses penghitungan dan rekapitulasi mulai dari tingkat TPS hingga kecamatan.

Ironisnya, meski sudah melaporkan ke pihak Bawaslu Kota Surabaya, namun tidak ada respon serius. “Hingga hari ini, kami belum menerima secara resmi surat untuk klarifikasi/pemanggilan. Padahal kami lapor pada 7 Mei 2019 pukul 16.40 WIB di kantor Bawaslu Kota Surabaya, Convention Hall Jl Arief Rachman Hakim 113-133. Hal ini mengindikasikan bahwasanya Bawaslu Kota Surabaya tidak kompeten dan profesional,” tandas Nafisatul Qudsiyah, selaku Ketua FORSIS JATIM, di Surabaya, Jumat (10/5/2019).

Diungkapkan Nafisatul, dugaan kecurangan penggelembungan suara terjadi di Kecamatan Gubeng, Genteng, Bubutan, Dukuh Pakis, Pakal, Asemrowo, Karangpilang dan Wonokromo. 

“Kami menemukan penggelembungan suara di Surabaya. Ini berlaku di semua partai, semuanya ada penggelembungan. Kita dari Forsis Jatim, ingin ada penghitungan suara ulang,” tegasnya.

Dugaan ini muncul ketika Forsis Jatim mengaku banyak menemukam copy-an C1 berhologram di Kota Surabaya. Dari temuan ini, ia menduga ada penggelembungan suara setelah ditemukan terdapat perbedaan antara hasil rekapitulasi suara di tingkat kecamatan berdasar hasil form C-1 yang dihimpun oleh tim pemantau Forsis melalui form DA-1.

“Jika dalam jangka waktu satu minggu gugatan tersebut tidak mendapat respon, kami akan mempertimbangkan untuk melapor ke lembaga yang lebih tinggi yaitu Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) dan menggugat hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK),” pungkasnya. (ro)

Leave a Reply


*