Komisi C Minta Pemkot Kembali Menata Ulang Sentra PKL

Vinsensius Awey

Surabaya, KabarGress.Com – Pemerintah Kota Surabaya saat ini dituntut untuk menata kembali keberadaan sentra-sentra kuliner agar diminati oleh masyarakat. Tumbuhnya sentra kuliner maupun PKL di Surabaya dinilai tidak sejalan dengan sepinya pengunjung.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius Awey mengatakan, agar sentra kuliner maju pesat dan banyak diminati masyarakat, terutama wisatawan baik domestik maupun luar negeri perlu adanya pendampingan managemen pelaku usaha sentra kuliner.

Pendampingan tersebut, kata Awey, bisa dilakukan oleh kalangan profesional maupun akademisi, jadi tidak serta merta hanya Pemkot Surabaya saja yang bekerja.

“Perlu adanya tangan-tangan profesional untuk menata kembali sentra kuliner agar diminati banyak kalangan.” ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya,(14/3/2019).

Ia menjelaskan, keberadaan kalangan profesional dalam mengelola sentra kuliner agar bagaimana tata boganya, penyajian, pelayanan ini harus dilatih agar pelaku usaha di sentra-sentra kuliner berkembang pesat.

Jadi, kata Awey, masyarakat tidak hanya diberikan stand kuliner namun minim ilmu pemasaran dan manajemen kuliner, ini yang membuat sentra kuliner di Surabaya seolah mati suri.

“Sayangkan Pemkot Surabaya sudah mengeluarkan anggaran untuk membangun sentra kuliner tapi mandeg.” tegasnya.

Lebih lanjut Vinsensius Awey mengatakan, selain manajemen kuliner pelaku usaha juga harus dilatih bagaimana cara menarik pengunjung misalnya, dibuatlah event-event di tiap sentra kuliner seperti acara ulang tahun, event workshop, kegiatan star up dan lainnya ini merupakan marketing promotion yang jitu untuk menarik pengunjung.

Di luar negeri, sentra PKL atau kuliner dijadikan meeting-meeting para anak muda dengan berbagai kegiatan sehingga banyak pengunjung yang datang ke sentra PKL atau kuliner.

“Kita bisa adopsi luar negeri, bagaimana sentra PKL maju pesat. kebetulan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini networking internasionalnya sangat banyak, ini bisa diterapkan di Surabaya.” ungkapnya. (Tur/Adv)

Leave a Reply


*