Cipta Karya Percepat Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur

Surabaya, KabarGRESS.com – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur akan melakukan percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Dalam upaya tersebut, digelar “Rapat Konsolidasi Pelaksanaan Kegiatan Cipta Karya Wilayah Jawa Timur Tahun 2019”, bertempat di Auditorium Balai Teknik Sanitasi, Selasa (12/3/2019).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Mohammad Rudy Ermawan Yulianto, menyambut positif dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Rapat Konsolidasi Pelaksanaan Kegiatan Cipta Karya Wilayah Jawa Timur Tahun 2019.

“Ini sebagai upaya untuk meningkatkan sinkronisasi dan integrasi untuk percepatan pembangunan infrastruktur Cipta Karya di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 ini,” tandasnya di sela-sela acara pembukaan. 

Menurutnya, dengan percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Cipta Karya ini tentunya diharapkan semakin cepat pula masyarakat di Jawa Timur dapat menerima manfaat atau menikmati pelayanan infrastruktur dasar permukiman terutama air minum dan sanitasi layak.

“Hal ini menjadi penting sebab masih banyak sekali permasalahan penyediaan infrastruktur dasar di Provinsi Jawa Timur yang perlu mendapat dukungan dan perhatian dari semua pihak,” urainya.

Diinformasikan bahwa terkait dengan permasalahan bidang cipta karya di Provinsi Jawa Timur bahwa perlu dilakukan percepatan pembangunan terutama untuk mengantisipasi beberapa isu strategis bidang cipta karya yaitu:

  1. Data BNPB Prov. Jatim menyatakan terdapat 800 kawasan rawan air;
  2. Perkembangan penduduk dan aglomerasi perkotaan memerlukan infrastruktur regional (air minum dan TPA);
  3. Perkembangan perumahan dan permukiman yang pesat memerlukan infrastruktur skala kawasan yang baik terutama drainase, IPAL, TPS3R, RTH, dan air minum.

“Tentu dalam melayani masyarakat dalam menyediakan infrastruktur cipta karya yang baik dan berkualitas dukungan APBN menjadi salah satu hal yang kami dukung penuh, apalagi dalam target RPJMN 2015-2019 telah ditetapkan bahwa target air minum: 100 %, kumuh: 0 % dan sanitasi: 100 %,” terangnya. 

Selanjutnya disampaikan bahwa capaian Provinsi Jawa Timur tahun 2018 untuk air minum layak 75,20 %, kumuh masih tersisa 410,17 Ha, dan sanitasi layak 68,84 %. (Sehingga ada deviasi atau gap yang cukup besar untuk mencapai 100 %).

“Untuk percepatan pencapaian target kinerja tersebut, tentunya diperlukan kolaborasi, integrasi dan sinkronisasi anggaran dan pembagian peran antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten kota, dan badan usaha/swasta yang kemudian diperkuat dan diperluas,” timpalnya.

Berkenaan dengan penjelasan terkait dengan isu-isu strategis Cipta Karya tersebut, maka diharapkan kegiatan Rapat Konsolidasi ini mampu memberikan konstribusi dukungan terhadap pemenuhan dokumen pendukung atau readiness criterianya terutama kesiapan DED dan lahan, dukungan saat pelaksanaan serta dukungan pemda untuk pengelolaan dan menerima aset pasca pelaksanaan.

“Dengan demikian maka paket pekerjaan infrastruktur bidang cipta karya tahun 2019 dapat segera dilelang dilaksanakan pembangunannya sehingga anggaran yang tersedia dapat segera dimanfaatkan dan memberikan multiplayer effect di masyarakat baik untuk peningkatan pelayanan, dukungan ekonomi dan dukungan pengentasan kemiskinan,” harap Rudy.

Rapat Konsolidasi Pelaksanaan Kegiatan Cipta Karya Wilayah Jawa Timur Tahun 2019” dihadiri instansi terkait, diantaranya Bappeda Provinsi Jawa Timur, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Timur, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, juga Bappeda/Bappeko, Dinas Pekerjaan Umum/Perkim Kab/Kota, Dinas Lingkungan Hidup Kab/kota serta Instansi Pengelola Aset Kab/kota. (ro)

Leave a Reply


*