TKD Jatim Tak Permasalahkan Soal Hasil Survey Polmark

Surabaya, KabarGress.Com – Awal Maret 2019 lalu, lembaga survei Polmark Indonesia merilis hasil survei terbarunya untuk memotret potensi keterpilihan alias elektabilitas calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin berada dalam kondisi tidak aman.

Dalam survei yang dilakukan di 73 dapil se-Indonesia, Jokowi-Maruf Amin unggul cukup telak. Namun, elektabilitasnya masih dibawah 50 persen. Jokowi-Ma’ruf meraih elektabilitas 40,4 persen. Rivalinya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno elektabilitasnya 25,8 persen. Sedangkan sisanya, sekitar 33,8 persen masih belum menentukan pilihan atau undecided voters.

Menanggapi hasil survei polmark tersebut, Machfud Arifin, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin tak mempersoalkan. Alasannya, lembaga survei itu milik Eep Saefulloh yang dinilainya lebih condong ke kubu Prabowo.

“Tidak ada-apa. Tahu sendiri kan siapa Eep Saefulloh. Dia lebih condong ke pasangan Prabowo-Sandiaga. Yang penting praktiknya,” kata Ketua TKD Jatim, Machfud Arifin kepada wartawan di Posko TKD Jatim, Jumat (8/3/2019).

Hasil survei itu, menurutnya, justru lebih memacu kita untuk lebih semangat lagi turun ke bawah, memberikan pemahaman tentang program-program Jokowi. Tak kalah pentingnya, lawannya Jokowi adalah Hoax. Semburan-semburan fitnah akhir-akhir ini dinilai sangat kuat.

Fitnah-fitnah itu bukan lagi sekedar ditujukan kepada Jokowi, tapi juga KPU dan polisi. “Kalau KPU diserang terus, itu menunjukkan akuntabilitas delegitiminasi terhadap penyelenggara pemilu. Polisi juga ikut difitnah. Ini menunjukkan kepanikan dari kubu sebelah,” paparnya.

Pihaknya juga tak mempersoalkan hasil survei lainnya yang menyebut Jokowi-Ma’ruf masih kalah di beberapa daerah, seperti Situbondo dan Pacitan. Dia menilai kekalahan Jokowi di dua daerah itu, terjadi pada pemilu 2014 lalu.

“Itu mengacu pada pemilu 2014. Kita yang turun di lapangan. Kalau Bondowoso dan Pacitan di pemilu 2014, Jokowi memang kalah. Tetapi, mudah-mudahan berbalik. Dulu di Bangkalan dapat 20 persen dan Sampang juga dapat 28 persen, tapi sekarang sudah tidak,” jelas mantan Kapolda Jatim itu. (Tur)

Leave a Reply


*