Pihak Pujiono Sutikno Berharap PN Surabaya Tolak Gugatan Permohonan Pra Peradilan Asipah

Surabaya, KabarGress.Com – Kasus penyerobotan tanah yang dilakukan oleh Asipah alias Hj Sujiati yang berada di kawasan Mulyorejo, hari ini (4/3/2019) memasuki sidang gugatan pra peradilan dengan agenda jawaban Polda Jatim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya jl. Diponogoro.

Sebelumnya, Asipah alias Hj Sujiati dilaporkan oleh Pujiono Sutikno yang merupakan pemilik lahan ke Polda Jatim atas tuduhan bahwa Asipah mengeluarkan kwitansi atau surat palsu untuk menyerobot lahan yang berada di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, dengan luas 7.780 meter persegi.

“Jadi surat palsu itulah yang selalu dijadikan bukti oleh Asipah baik di gunakan di pengadilan, dalam hal permohonan sertifikat di BPN (Badan Pertanahan Nasional), mengurus proadik di kelurahan dan juga digunakan mengurus ipeda dan PBB,” ungkap kuasa hukum Pujiono Sutikono, Yafeti Waruhu SH seusai sidang.

Yafeti mengatakan, sebelumnya surat tersebut sudah di lakukan Laboratorium Forensik (Labfor) dengan nomor 4171 / DTF / 2010 tertanggal 11 Agustus 2010 lalu oleh Polda Jatim. Sehingga surat palsu itu seharusnya sudah final, artinya tidak bisa digunakan lagi. Namun nyatanya surat tersebut tetap digunakan oleh pihak Asipah untuk mengurus perijinan dan lain sebagainya.

“Maka dari itu Polda Jatim menetapkan Asipah sebagai tersangka, berdasarkan kitab Undang – Undang hukum pidana pasal 263 ayat 2 karena menggunakan surat palsu untuk kepentingan pribadi dan merugikan orang lain, ” ucapnya.

Ada yang lebih menarik lagi, lanjut Yafeti, ternyata isi dari kwitansi palsu tersebut pada pembelian tanah tahun 1974 dengan petok D 402, ternyata setelah di cek di kelurahan bukan atas nama Asipah ataupun Abdulrahman tetapi milik Inggrianiwati.

“Namun mereka (pihak Asipah) masih beralih dari faktor pembayaran PBB dari petok D 402 pindah ke petok D menjadi 473, setelah kita cek lagi di kelurahan juga bukan atas nama Asipah atau Abdulrahman tetapi milik Sutrisno,” lanjutnya.

Yafeti berharap, permohonan gugatan pra peradilan yang dilakukan oleh pihak Asipah ke bagian reskrimum Polda Jatim ditolak oleh Pengadilan Negeri Surabaya. “Karena sudah terbukti bersalah, kami berharap keadilan seadil adilnya,” pungkasnya. (Tur)

Leave a Reply


*