Arzeti Bilbina Lakukan Blusukan ke Pasar Buah Tanjungsari Surabaya


Surabaya, KabarGress.Com – Anggota Komisi X DPR RI Arzeti Bilbina melakukan blusukan ke Pasar Buah Tanjungsari 47 Surabaya, Minggu Malam (24/2/2019).  Di Pasar Tradisional yang terlerak di kawasan Surabaya Barat, ia mengaku senang bisa berkunjung.

“Sebagai seorang ibu pasti senang ke pasar. Pinginnya semua dibeli, apalagi buah-buah lokal” ujarnya.

Saat memantau beberapa lapak, beberapa kali Arzeti berbincang dengan para pedagang guna mengetahui kondisi perdagangan buah, mulai dari kualitas,  distribusi hingga harga di pasaran. 

“Harus belajar lagi packagingnya. Jangan satu peti digabung jadi satu. Kalau per size dibungkus dimasukin kotak harganya pasti naik,” sarannya.

Politisi PKB ini menerangkan, pembeli seringkali tertarik membeli diantaranya karena kemasan atau packagingnya. Namun, ia mengaku secara kualitas buah lokal tak kalah dengan impor.

“Rasanya manis alami. Pokoknya gak kalah dengan buah impor. Malah lebih enak,” sebutnya.

Kehadiran Arzeti ke pasar tradisional yang yang dikelola swasta ini untuk menyerap aspirasi para pedagang. Mantan Artis ini berjanji akan membawa persoalan yang dikeluhkan pedagang dalam rapat kerja dengan kementrian terkait.

“Kita carikan solusi yang untungkan petani dan pedagang. Indonesia memiliki lahan yang luas. Bantuan pemerintah bukan hanya bibit, tapi juga bagaimana membantu pemasarannya” harap Caleg DPR RI dari PKB

Ketua Paguyuban Pedagang Tanjungsari, Ismail Hamzah mengakui, bahwa kendala pemasaran yang dihadapi petani adalah, saat musim panen berbarengan dengan impor. Akibatnya harga buah lokal kurang bagus.

“Pemerintah perlu mengatur saat bulan tertentu impor gak boleh masuk. Terutama saat itu petani lokal panen,” Harapnya.

Persoalan lain yang dihadapi para petani buah adalah masalah cuaca. Masalah cuaca kadang mengganggu produksi para petani.

“Untuk itu hasil riset dari pemerintah guna meningkatkan kuantitas dan kualitas buah dibutuhkan petani” katanya.

Pasar Buah Tanjungsari 74 beroperasi sejak Tahun 2015. Para pedagang yang menempati 65 stan berasal dari relokasi Pasar Buah Peneleh. Di Pasar Buah Tanjungsari sedikitnya terdapat 1.200 pedagang, pekerja dan kuli angkut. Buah yang diperjualbelikan diantaranya, Jeruk, Salak, Anggur, Duku dan lainnya.

Sejumlah buah lokal tersebut didatangkan dari berbagai kota di Indonesia. Tiap hari, sekitar 60 truk dengan kapasitas 7-8 ton keluar masuk mengangkut buah. Dan, sirkuasi uang per hari dari transaksi jual beli buah mencapai Rp. 1,5 M. (Tur)

Leave a Reply


*