PP Muslimat NU Provinsi Jatim Sosialisasikan Cerdas Memilih Pangan Anak Dan Bijak Menggunakan Susu Kental Manis

Surabaya, KabarGress.Com – PP Muslimat NU menyelenggarakan edukasi gizi untuk masyarakat dalam kegiatan Sosialisasi Cerdas Memilih Pangan Anak dan Bijak Menggunakan Susu Kental Manis di Surabaya. Hadir sebagai pembicara antara lain Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An, KIC, KAP, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jawa Timur., dr. Hj. Erna Yulia shofiehara, Ketua VII Bidang Kesehatan Sosial PP Muslimat NU., Sulvi, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Prov. Jawa Timur. Dra. Hj. Masruroh Wahid, M.Si. Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Yuli Ekowati, Ahli Madya Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Provinsi Jawa Timur, serta Ketua Harian Yayasan Abhiparaya Insan Cendikia Indonesia Arif Hidayat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dr.dr. Kohar Santoso dalam sambutannya mengatakan, saat ini bukan hanya gizi buruk yang sedang di hadapi di Indonesia, melainkan gizi ganda. Selain itu, masih menurut Kohar, saat ini lebih banyak penyakit tidak menular daripada penyakit menular. Penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, stroke dan obesitas.

Terkait soal susu kental manis, Kohar mengatakan susu kental manis kegunaannya untuk penambah makanan. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan untuk bayi yang paling baik.

“Susu kental manis kalau untuk topping makanan itu tidak apa-apa, tetapi jika niatnya untuk asupan gizi dan diberikan kepada balita itu tidak dibenarkan. Kegiatan sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat bisa teredukasi.” katanya, Minggu (2/12/2018).

Sementara itu, Ketua VII Bidang Kesehatan Sosial PP Muslimat NU. dr. Hj. Erna Yulia Soefihara, mengungkapkan, PP Muslimat NU akan terus mendorong jamaah muslimat untuk mensosialisaikan bijak menggunakan SKM.

“Karena jamaah muslimat NU kan mayoritas ibu-ibu uang memilki perannpenting dalam hal edukasi. Minimal di dalam keluarga. Susu kental manis selama ini menjadi daya tarik masyatakat bawah, ini tugas kami untuk memberikan edukasi agar masyarakat mulai terinfomasi terkain penggunaan SKM karena SKM hanya untuk penambah makanan.” ungkap Erna.

Sebagaimana diketahui, kebanyakan orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Namun, disamping itu kebiasaan para ibu ingin semuanya serba instan dan praktis sehingga tidak berpikir kritis. Salah satunya adalah penggunaan susu kental manis yang dianggap sebagai minuman bergizi untuk anak. Cara menyeduh yang praktis dan harga yang juga ekonomis menjadi alasan ibu saat memilih produk ini. Padahal, susu kental manis adalah produk yang hanya boleh digunakan untuk tambahan bahan makanan dan topping.

PerBPOM No 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan melarang penggunaan susu kental manis dianggap sebagai minuman tunggal. Terdapat 2 pasal yang mengatur susu kental manis dalam peraturan tersebut, yaitu: pasal 54 butir 1 dan pasal 67 butir w dan x.

Pasal 54 memuat kewajiban produsen mencantumkan tulisan berbunyi:
Perhatikan!
Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu
Tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan
Tidak dapat digunakan sebagi satu-satunya sumber gizi.

Sementara pasal 67 butir W memuat larangan berupa pernyataan/visualisasi yang menggambarkan bahwa susu kental dan analognya disaqjikansebagai hidangan tunggal berupa minuman susu dan sebagai sati-satunya sumber gizi. Butir X memuat larangan pernyataan/visualisasi yang semata-mata menampilkan anak dibawah usia 5 (lima) tahun pada susu kental dan analognya.

Yuli Ekowati, Ahli Madya Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Provinsi Jawa Timur mengatakan susu kental manis bukan susu karena kandungan gulanya lebih dari 50 persen. Oleh karena SKM tidak dapat diberikan kepada balita. “SKM kandungan gulanya lebih dari 50 persen, tidak dapat diberikannkepada balita”. Kata Yulia. Terkait sosialisasi bijak menggunakan SKM, peran masyarakat dibutuhkan. Yuli Ekowati mengatakan BPOM Sampai kepada masyarakat (gressroot). BPOM juga telah melakukan penangkapan kepada produsen-produsen nakal.

Sebelumnya, gerakan bijak menggunakan susu kental manis juga telah disosialisasikan oleh Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS), komunitas yang peduli pada kesehatan masyarakat. KOPMAS mensosialisasi gerakan bijak menggunakan SKM di Car Free Day, Monas, Jakarta, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018.

Hadir pada acara itu sekitar 300-an ibu-ibu yang membubuhkan tanda-tangan sebagai tanda mereka mendukung gerakan tersebut.Menurut Arif Hidayat Ketua KOPMAS, gerakan ini akan disosialisasikan ke desa-desa pelosok, mengingat masih banyak ibu-ibu di pelosok yang belum mengetahui bahwa SKM bukan produk susu. (Tur)

Leave a Reply


*