USAI DEKLARASI REJO, MAS KELANA KUNJUNGI PENGRAJIN BATIK MAGETAN

Magetan, KabarGress.com – Selepas deklarasi ,dan pengukuhan ReJO Magetan , H. Mas Kelana Aprilianto , SE, Ketua DPW ReJO Jatim tak langsung pulang Surabaya , berkunjung ke pengrajin batik di kecamatan plaosan, Minggu (25/11/2018).

Ma Kelana melihat kerja ibu -ibu menggoretkan canting berisi malam ke atas lembaran kain bermotif pring. Puas melihat dari dekat para pengrajin bekerja, Mas Kelana memesan dua potong batik berwarna kuning kunyit, kepada Tikno pengrajin yang juga Sekretaris ReJO Magetan.

” Tolong saya beli dua potong kain batik . Yang berwarna kuning, ya ,” pinta mas Kelana.

Petinggi ReJO Jatim , dan owner beberapa perusahaan menaruh respek terhadap dunia usaha mikro kecil menengah ( UMKM) seperti batik bermotif pring sedapur milik Tikno ini. Sebagai bentuk empatinya terhadap tumbuh kembang batik Mas Kelana bersedia membantu mengembangkan market batik pring sedapur yang unik dan padat estetika ini.

” Tolonglah lah di buatkan saya batik berwarna kuning kunyit . Nanti bisa saya bantu pengembangan pasarnya ,” pesannya.

Tikno dengan tersenyum senang pesanan orang nomor 1 DPW ReJO Jatim yang juga Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur ini. ” Siap Ketua nanti bisa saya sedia kan,”jawab Tikno.

Batik, ujar Mas Kelana merupakan salah satu kekayaan Indonesia. Dimana batik menjadi ikon Indonesia. Ia harus bisa tumbuh dan berkembang . Sebab dewasa ini sudah jarang sekali pengrajin batik , apalagi dengan motif dan trade mark seperti pring sedapur milik Tikno.

Sebagai bentuk apresiasinya terhadap pelestarian batik , Mas Kelana mendukung full pelestarian batik sebagai kekayaan Indonesia.

Tikno pengusaha batik pring sedapur , memaparkan usaha batik yang di tekuni sejak ia menjabat Kepala desa. Awalnya hanya beberapa orang ibu – ibu warga desanya membantu membantik, namun sekarang sudah puluhan orang yang bekerja membatik di tempat usahamya.

Puluhan orang pembatik ini ditempat di tiga tempat . Satu di rumahnya, satu tempat di Balai Desa satu tempat di pabriknya. Pring sedapur trade mark batik milik Tikno ini sudah memperoleh sertifikasi HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM RI. ( hery)

Leave a Reply


*