Galakan Anti Korupsi, Maruli Hutagalung Blusukan ke Warga Sidoarjo dan Surabaya di Kawasan Perkampungan

Surabaya, KabarGress.Com – Untuk menggalakan anti korupsi, mantan kepala Kejaksaan Tinggi Jatim (Kajati) Maruli Hutagalung lakukan blusukan ke kampung-kampung di Sidoarjo dan Surabaya. Aksi ini sebagai wujud peduli dirinya terhadap masyarakat dan mendekatkan diri dengan masyarakat.

”Respons warga ternyata antusias. Saya mendapat undangan cukup banyak untuk hadir di pertemuan-pertemuan warga. Di kampung, di rumah-rumah warga, di warung kopi, saya berusaha datangi agar spirit warga untuk anti-korupsi tetap terjaga. Ini kabar gembira, di tengah anggapan bahwa publik semakin permisif terhadap korupsi, ternyata masih banyak warga yang punya semangat bersama membangun praktik politik murah dan bebas money politics,” ujar Maruli, Rabu (14/11/2018).

Pertemuan-pertemuan dengan warga, lanjut Maruli, dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil yang secara efektif membicarakan tentang langkah bersama untuk hidup yang lebih baik. Maruli mengaku siap mengadvokasi banyak persoalan rakyat, mulai dari pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, hingga infrastruktur.

”Dalam dua pekan terakhir, saya intens menghadiri banyak pertemuan warga. Bahkan sampai kampung di perbatasan Sidoarjo-Pasuruan dan Sidoarjo-Mojokerto sudah saya datangi. Ada banyak aspirasi yang dititipkan kepada saya, dan kita akan perjuangkan bersama,” ujar Maruli yang dua kali mengantarkan Kejaksaan Tinggi yang dipimpinnya sebagai kejaksaan terbaik dalam pemberantasan korupsi se-Indonesia, yaitu saat memimpin Kejati Papua dan Jatim.

Calon anggota DPR RI dari partai Nasdem ini menambahkan, pertemuan-pertemuan dengan warga berjalan konstruktif. Selain berkaitan dengan persoalan-persoalan publik seperti infrastruktur dan kesehatan, pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana menerapkan pendidikan antikorupsi sejak dini.

”Misalnya, kemarin malam ada pertanyaan dari seorang ibu hamil, bagaimana mendidik anak agar bisa jujur sejak kecil. Saya sampaikan contoh-contoh kecil, misalnya sejak usia 3 tahun dididik membangun komitmen. Apa yang dijanjikan harus ditunaikan, misalnya janji mau minum vitamin ya harus diminum,” ujar Maruli yang juga dikenal sebagai peraih Master Nasional di bidang catur.

Dalam berbagai kesempatan bertemu warga, Maruli juga menyampaikan niatnya untuk mendonasikan setengah dari gajinya, jika kelak terpilih sebagai anggota DPR, kepada masyarakat.

“Kenapa setengah saja? Karena setengahnya saya pakai untuk biaya hidup dan operasional. Kalau semuanya saya sumbangkan, berarti saya bohong, karena untuk hidup pakai duit apa? Kalau semuanya saya sumbangkan, pasti saya cari kesempatan untuk main proyek. Nah itu tidak akan saya lakukan,” pungkas Maruli. (Tur)

Leave a Reply


*