25/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Reuni Silver, Smala 93 Siapkan Empat Acara

Surabaya, KabarGRESS.com – Ada empat acara berangkai acara yang disiapkan untuk Reuni Silver mantan siswa SMA Negeri 5 Surabaya (Smala). Bertajuk “Baktiku untuk Guru”, kegiatan yang dilaksanakan sebagai rangkaian reuni itu dilakukan sejak Minggu, 7 Oktober 2018 di Aula sekolah, lantai 2. Di sesi pertama reuni ini, para peserta reuni menggelar baksos. Mereka melakukan pengobatan/pemeriksaan kesehatan gratis bagi para guru dan karyawan baik yang telah purnatugas dan yang masih aktif.

Kesempatan ini tak disia-siakan oleh peserta baksos. Mereka sangat senang karena mendapat perhatian langsung dari para siswa yang dulu dididiknya. Seperti Sri Mulyani yang sudah berusia 66 tahun. Perempuan yang mengajar sejak tahun 1978 hingga 2012 itu senang karena melihat siswanya telah menjalani dokter. Ia pun bisa mengikuti pemeriksaan lengkap mulai darah lengkap, GDA, asam urat, kolesterol, trigliserida, papsmear, dan BMD (pemeriksaan masa tulang).

Setelah melaksanakan itu semua acara diakhiri dengan berbagi wawasan kesehatan dalam Seminar Kesehatan, yang mengusung beberapa topik. “Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks” disampaikan oleh dr Renie Widiyanti, SpOG, topik “Ada Apa Dengan Payudara” disampaikan dr Hermien Hadiati. Berikutnya topik “Hidup Bahagia Dengan Osteoporosis” disampaikan oleh dr Lukas Widiyanto, SpOT.

Selanjutnya kegiatan sesi kedua digelar pada Minggu, 14 Oktober 2018 mulai pukul 08.00. Sesi kali ini adalah kelanjutan sesi pertama. Semua yang telah diperiksa pada pekan sebelumnya menerima hasil laboratorium dari pemeriksaan kesehatan. Hasilnya langsung bisa dikonsultasikan dengan para tim dokter kami, serta dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan (ECG, darah, gigi, gizi, dan mata.

Bertema “Kesatuan dan Keberagaman”, bagi mereka yang berhalangan hadir pada sesi 1, bisa menjalani pemeriksaan susulan. Kali ini mereka mengikuti seminar kesehatan yang membahas tiga topik. Dimulai dari “Mengenal dan Mencegah Stroke yang disampaikan dr.Bambang Kusnardi, SpS, topik “Mengenal Jantung Koroner” yang disampaikan oleh dr Abraham Ahmad AF, SpJP, dan “Mengenal Hipertensi Okuli dan Pemeriksaan Tekanan Intra Okuler Pencegahan Terhadap Glaukoma” oleh dr Lidya Nuradianti, SpM.

Di penghujung acara, para guru dimanjakan dengan berbagai door prize menarik, seperti kompor gas, kipas angin, magic jar, mixer, termos dll. Itu belum termasuk bingkisan atau tali asih secara khusus kepada masing-masing peserta baksos. Selain itu juga ada sumbangan untuk sekolah dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana kebutuhan sekolah, seperti kursi dll.

Menurut Ketua I kegiatan Reuni Silver SMA Negeri 5 Surabaya Liem Sonny Hindarto , semua itu bisa diberikan setelah menghimpun sumbangan dari gotong royong para alumnus 93. Angkatan 1993 berpikir jika kegiatan lebih baik difokuskan untuk internal agar manfaatnya lebih terasa. “Kami kemas sebagai bakti langsung kami pada mereka sebagai bentuk cinta kasih kita pada almamater SMA Negeri 5 Surabaya,” kata Liem.

Ditambahkan Rina Kurnia, humas acara. Selanjutnya pada Sabtu, 9 November 2018 ada kegiatan donor darah untuk membantu stok darah PMI agar stabil. Kali ini pesertanya menyasar para guru, karyawan yang masih aktif dan pelajar SMA Negeri 5 Surabaya. Untuk sesi ketiga ini kegiatan dikemas dalam tajuk “Pekan Ceria”. “Kebetulan acara ini sekaligus menandai peringatan HUT SMA Negeri 5 pada 10 Oktober 2018 lalu,” kata Rina.

Dalam “Pekan Ceria” ini, digelar pertandingan basket persahabatan antara alumnus 93 dengan dengan siswa yang masih berstatus aktif di sekolah. Rangkaian kegiatan Reuni Silver Angkatan 93 ini masih akan dilanjutkan dengan kegiatan gathering bersama di puncak acara reuni, yaitu pada hari Sabtu, 10 November 2018, di halaman sekolah mulai pukul 15.00 hingga pukul 22.00. Acara ini akan menghadirkan berbagai gelaran seni, band/musik dari para alumnus 93 serta kolaborasi dari para siswa.

Di acara inilah alumnus 1993 punya acara spesial karena secara khusus menghadirkan tiga pelawak Srimulat yaitu Polo, Tessy, Tarzan. Mereka yang kini sukses berkiprah di Jakarta sengaja didatangkan untuk memeriahkan acara.

“Kami pilih mereka ya karena lawakannya masih kental Suroboyoannya. Sekaligus sebagai bagian mendukung pelestarian seni dan budaya, terhadap para seniman-seniman lawas Surabaya,” tegas Liem. (*)