Fashion Fair 2018 Dibuka, Saatnya Lebih Mencintai Produk-produk Dalam Negeri

Surabaya, KabarGRESS.com – Fashion Fair 2018 yang memperkenalkan produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM), hari ini resmi dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T. Acara berlangsung hingga 5 hari ke depan ini diikuti 100 peserta UKM dari Jatim, bahkan dari Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatera, mengambil tempat di Grand City Surabaya.

Menurut Wahid, Pemerintah Jawa Timur sangat memberikan apresiasi kepada penyelenggara pameran Fashion Fair 2018, pasalnya meskipun kondisi rupiah melemah tetapi Dunia Fashion di Jatim tetap terselenggara.

”Ini artinya industri fashion fair di Jatim dan nasional tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi rupiah,” kata Wahid.

Selain itu, masih kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, dengan ajang promosi fashion tersebut, diharapkan masyarakat bisa lebih mencintai produk-produk dalam negeri

”Kalau kita cinta produk dalam negeri, tentunya devisa negara bisa dinikmati,” terang Wahid.

”Namun sebaliknya, kalau hidup kita bergaya luar negeri dengan segala fashion buatan impor akan menguras devisa negara kita,” ingatnya.

Wahid meyakini, bahwa di Jawa Timur mempunyai potensi sangat besar dalam upaya mengembangkan Dunia Fashion, hal ini dikarenakan Jatim memiliki beraneka ragam budaya lokal berbeda.

”Di seluruh Jatim termasuk kabupaten dan kota memiliki batik khas sendiri-sendiri seperti pulau Madura ciri khas batiknya memiliki warna tajam, Tuban mempunyai batik khas sendiri bahkan Malang setiap wilayah kecamatan mempunyai batik khas tersendiri,” jelasnya.

Inovasi dan kreasi yang telah dikembangkan oleh pengrajin di Jatim tersebut sangat membanggakan oleh karena itu pihaknya berharap agar ke depannya masyarakat Jatim lebih merangkul produk-produk sendiri.

”Kami berharap masyarakat Jawa Timur lebih tahu dan lebih mencintai fashion produk dalam negeri,” tandasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Umi Noor Wijiati selaku Direktur Mediatama Binakreasi, menambahkan dengan hadirnya Fashion Fair 2018 tersebut akan menjadi produk fashion yang akan lebih dikenal di negara mancanegara.

”Pameran yang diikuti sekitar 100 peserta ini sebagian besar memperlihatkan bidang fashion, batik dan craft. Diharapkam ke depannya event ini akan ini lebih go internasional,” harapnya.

Project Officer Fashion Fair 2018, Rizky Antasari, mengatakan misi besar melalui acara ini adalah mewadahi para UKM untuk memperkenalkan produk mereka. Selain itu di acara ini, tidak hanya sekedar berbelanja.

“Tetapi ada Fashion Heritage, ada misi budaya Sumatera Barat, dari Minangkabau,” jelasnya.

Dalam even ini nantinya, Pemerintah Daerah Minangkabau, akan memperkenalkan desainer desainer lokal mereka dari 16 Kabupaten Kota disana. Mereka akan menampilkan karya terbaiknya di hadapan publik Surabaya.

Direktur PT Amara Satu Raya, Yusuf Karim Ungsi, mengatakan event pameran ini diselenggarakan selama lima hari, sejak 26 – 30 September 2018, di Grand City Surabaya. “Dengan menampilkan 100 peserta, 53 persen adalah batik,” terangnya.

Fashion Fair 2018 Surabaya, mengusung tema “The Finest Of Fashion & Craft”. Diharapkan pameran ini dapat membawa nuansa penuh warna, dengan tujuan mengeksplorasi value fashion 2018.

Selain itu, melalui pameran seperti ini, dapat membawa Indonesia menjadi negara standarisasi busana dengan keragaman serta kualitas terbaik di kancah Asia dan Dunia. (ro)

Leave a Reply


*