Konflik Dengan TNI – AL, Ratusan Warga Wadul Dewan

Surabaya, KabarGress.Com – Ratusan warga Bulak Banteng Bandarejo datang ke DPRD Kota Surabaya, Senin (6/8/2018). Kedatangan mereka kali ini didasari konflik hak atas tanah dan bangunaan tempat tinggal dengan TNI Angkatan Laut.

Nelsen yang menjadi juru bicara masyarakat Bulak Baanteng Bandarejo mengatakan bahwa hak atas tanah di lokasi itu seharsnya adalah milik rakyat. Mereka sudah menempati lokasi tersebut berpuluh-puluh tahun lamanya.

“Surat tanahnya petok D dan luas lahan 300 hektar, terdiri dari RT 1 sampai RT 3 dan satu RW yaitu RW 3,” terangnya.

Sehingga, menurut Nelsen, kali ini kedatangan warga salah satunya adalah meminta keadilan melalui campur tangan para anggota DPRD Kota Surabaya untuk menyelesaikan polemik hak atas tanah di lokasi itu.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji menjamin jika pihaknya tetap akan menjembatani antara kepentingan warga setempat dengan pihak TNI AL di lokasi twrsebut. Dirinya berjanji akan memanggil instansi-instansi terkait demi mencari titik terang.

“Kita ingin segera menyelesaikan. Karena masalah ini sudah puluhan tahun tak terselesaikan. Kita akan lakukan sudak lapangan besok,” ujar Armuji di depan ruang kerjanya.

Armuji menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan croscek fakta di lapangan. Dia menyatakan bahwa dari data yang ada nanti akan diketahui pihak mana sebenrnya yang lebih berhak atas tanah di Bulak Banteng Bandarejo itu.

“Makanya besok semua instansi terkait kita ajak ke lokasi tersebut dengan membawa data-datanya. Kalau dari fakta yang ada ternyata warga yang berhak maka, pihak TNI AL tidak boleh ngeyel,” papar Legislator asal PDI Perjuangan ini. (Tur)

Leave a Reply


*