Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya Launching Program SAGA

Surabaya, KabarGRESS.com – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, melaunching program SAGA (Sahabat Keluarga) dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2018. Acara launching yang dilakukan di kantor kelurahan Keputih Jl Keputih Tegal 25 Surabaya oleh mahasiswa praktik komunitas profesi keperawatan ini bertujuan untuk turut serta dalam mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak.

SAGA (Sahabat Keluarga) merupakan Progam pengabdian terhadap masyarakat dalam bentuk pendampingan terhadap keluarga yang telah rutin digalakkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, SAGA kali ini menyongsong tema yaitu Meningkatkan Peran Asuh Keluarga dalam Mewujudkan Anak Indonesia Sehat yang akan diselenggarakan di Taman Harmoni daerah kelurahan keputih wilayah binaan Puskesmas Keputih. Kegiatan tersebut berupa pameran berbagai produk inovasi mahasiswa FIK UMSurabaya yang berfokus pada bagaimana meningkatkan pola asuh ibu dengan metode baru, inovatif dan terjangkau.

Adapun inovasi tersebut diantaranya Teater NELIDA, PIKACHUU, Video Animasi Islam, Permainan Ular Tangga, Deklarasi dukungan program ORI (Outbreak Response Immunization) Difteri, Puding MODISCO, Diapers Sabut Kelapa dan Simulasi Kegawat Daruratan Anak.

Berbagai produk inovasi lainnya juga akan dipamerkan untuk bersama-sama diajarkan agar diterapkan dalam mengasuh anak atau memandirikan ibu dalam meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan kesehatan anak.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Mundakir, M.Kep, menjelaskan bahwa Kesehatan memang menjadi salah satu masalah, terutama kesehatan  anak-anak. Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius.

“Masalah kesehatan anak tidak melulu disebabkan oleh kurangnya kasih sayang atau kepedulian orang tua dalam mengasuh anak. Melainkan juga kurangnya pengetahuan dan kesalahan dalam mengasuh anak. Tidak sedikit orang tua atau ibu yang memiliki waktu 24 jam bersama anak mampu memberikan pola asuh yang benar,” jelasnya.

Oleh sebab itu pendidikan mengenai pola asuh yang benar dan juga bagaimana mengasuh anak dengan memanfaatkan media inovatif dan efisien menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh semua pihak yang terkait. (ro)

Leave a Reply


*