Persatuan Aktivis Nasional 98 Jatim, Bersama BEM Fisip Untag Gelar Refleksi Teruskan Semangat Masa Reformasi

Surabaya, KabarGress.Com – 20 tahun berselang pasca reformasi di era 1998 lalu, Persatuan Aktivis Nasional (PENA) 98 Jawa Timur bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip Untag Surabaya menggelar refleksi untuk meneruskan cita-cita yang dibangun pada masa itu, Senin (21/5/2018) di Kampus Untag Surabaya.

Indra Agus Koordinator Presidium PENA 98 Jatim mengatakan bahwa mahasiswa di era millenials tidak boleh sama sekali melupakan semangat dan tujuan asli dari reformasi.

“Reformasi 98 ini ibarat sebuah kemerdekaan yang merupakan jembatan emas. Artinya reformasi ini bukan akhir dari perjuangan,” kata Indra.

“Perjuangan reformasi harus dilanjutkan oleh generasi penerus. Mahasiswa saat ini diharapkan bisa meneruskan dan memutuskan agenda reformasi yang belum tuntas, yaitu membersihkan sisa Orde Baru,” tambahnya.

Di sisi lain, pada kesempatan itu, Indra juga menegaskan bahwa PENA 98 turut mengutuk aksi terorisme yang saat ini tengah kembali marak.

“Tindak terorisme yang marak belakangan ini merupakan contoh bagaimana reformasi ini belum tuntas. Reformasi tidak hanya birokrasi tetapi juga reformasi moral,” tegas Indra.

Senada, Fattah Anggara koordinator mahasiswa untuk acara ini juga menegaskan hal yang senada.

“Perlakuan teror ini sifatnya sama dengan perlakuan petrus pada orde baru yang meresahkan,” pungkasnya.

Acara refleksi yang digelar di Graha Widya Untag Surabaya ini dihadiri oleh ratusan peserta.

Gelaran yang bermaterikan pameran foto dan diskusi publik ini juga digelar dengan bentuk roadshow mulai dari Unitomo, UPN Veteran 45, sedangkan puncaknya di kampus Untag Surabaya.

Ketua Panitia Pelaksana Antonius Bayu Prasetyo mengatakan, alasan peringatan 20 tahun Reformasi digelar di kampus untuk mengobarkan kembali semangat reformasi. Sehingga acara itu diberi tema besar “Sinergisitas Lintas Generasi Meneruskan Cita-Cita Reformasi”.

Refleksi 20 tahun Rerformasi yang digelar di kampus Untag juga menggelar diskusi yang antara lain bertema “Sejarah Reformasi”, “Menyikapi Reformasi Dari Perspektif Hukum”, “Tantangan dan Hambatan Mahasiswa di Era Eksponensial”.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan bisa meneruskan dan menuntaskan agenda Reformasi, yang sudah dibuka jalannya oleh para mahasiwa 98,” pungkasnya. (Tur)

Leave a Reply


*