Optimisme Konsumen Awal 2018 Cukup Baik

 

Surabaya, KabarGRESS.com – Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jawa Timur pada Triwulan I–2018 tercatat sebesar 108,76. Nilai Indeks diatas 100 artinya menunjukkan adanya optimisme konsumen, bahkan melebihi tingkat optimisme konsumen pada Triwulan IV–2017 (107,76) atau meningkat sebesar 1 poin.

“Rangkaian liburan Tahun Baru 2018, Tahun Baru Imlek dan liburan Nyepi masih dapat mempengaruhi optimisme konsumen. Optimisme konsumen pada awal tahun 2018 cukup baik, sesuai dengan pola ITK enam tahun terakhir, dari Triwulan IV ke Triwulan I tahun berikutnya selalu meningkat,” ungkap Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono, di kantornya, Rabu (16/5/2018).

Kondisi konsumsi rumah tangga Triwulan I–2018 cukup baik dengan indeks di atas 100 pada seluruh variabel pembentuk ITK. Seluruh komponen pengeluaran makanan maupun non makanan pada periode Triwulan I–2018 juga naik, ditandai adanya peningkatan indeks kecuali komponen rekreasi dan akomodasi.

“Pada Triwulan I–2018, beberapa faktor yang mendorong pengeluaran konsumsi rumah tangga adalah liburan Tahun Baru Masehi, perayaan Tahun Baru Imlek dan Nyepi. Biasanya menjelang Imlek, makanan dan pernak-pernik perayaan cukup banyak dibeli masyarakat Tionghoa,” terangnya.

Secara makro, kondisi yang ditunjukkan oleh data output wilayah Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) juga menunjukkan hal yang sama, pada periode ini tingkat konsumsi rumah tangga pertumbuhannya meningkat. Secara umum, seluruh komponen pembentuk ITK Triwulan I–2018 menunjukkan peningkatan.

Indeks pendapatan mencapai 107,73 meningkat 0,35 poin dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 107,38. Optimisme masyarakat pada komponen pendapatan diduga disebabkan adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi sebesar 8,71 persen lebih besar dibanding inflasi kumulatif tahun 2017 sebesar 4,04 persen. Optimisme pada komponen pendapatan, rupanya berdampak positip pada dua komponen lainnya.

Pada komponen terkait inflasi dengan konsumsi sehari-hari tercatat sebesar 107,92. Konsumen masih optimis terhadap pengaruh inflasi, walaupun lebih rendah 1,07 poin dibanding triwulan sebelumnya sebesar 108,99. Inflasi selama Triwulan I–2018 tidak begitu berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi rumah tangga.

“Pada periode ini Inflasi harga-harga barang dan jasa relatif rendah yaitu 0,6 persen pada Januari), 0,16 persen Februari), dan 0,06 persen  pada Maret, atau bisa dikatakan inflasi triwulan I- 2018 cukup terkendali. Inflasi yang terkendali dapat menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya. (ro)

Leave a Reply


*