20/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Surplus 1.700 MW, PLN Jatim Targetkan Penjualan Listrik Tumbuh 12 Persen

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Dist Jatim, Pinto Raharjo

Surabaya, KabarGRESS.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Distribusi Jatim berusaha mendorong peningkatan pemakaian listrik hingga 12 persen tahun ini. Target itu disepakati untuk memaksimalkan pasokan listrik di Jatim yang hingga saat ini masih surplus sebesar 1.700 MW.

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Dist Jatim, Pinto Raharjo, mengungkapkan saat ini kapasitas terpasang pembangkit di wilayahnya mencapai 9.000 MW. “Padahal kebutuhan saat beban puncak harian di Jatim hanya 5.200 MW,” ujarnya, Senin (12/3/2018).

Dari surplus yang ada tersebut, sebagian dipasok ke luar provinsi seperti misalnya ke Jawa Tengah. Kini pihaknya sedang berusaha agar pasokan listrik yang tersisa itu bisa dimanfaatkan lebih maksimal oleh masyarakat.

Menurut Pinto, keputusan meningkatkan target pemakaian hingga 12 persen pada 2018 itu, diyakini bakal tercapai seiring dengan penggunaan perangkat berenergi listrik yang terus meningkat. “Kita akan genjot sosialisasi pemakaian listrik yang melibatkan 16 area PLN di Jatim,” ujarnya.

Mereka nantinya ditugaskan untuk mendatangi perusahaan-perusahaan dan melakukan sosialisasi terhadap pengguna listrik rumah tangga. Para pelanggan diupayakan agar sebagian besar aktivitasnya selalu berkaitan dengan energi listrik.

Pelanggan PLN rumah tangga misalnya dihimbau untuk memanfaatkan kompor induksi atau kompor listrik. Mereka mengklaim, operasional kompor induksi ini jauh lebih murah bila dibandingkan menggunakan kompor minyak tanah.

Pihaknya juga memastikan penggunaan kompor induksi dari segi keamanan, jauh lebih aman dibandingkan kompor gas. PLN juga membantu sosialisasi penggunaan motor listrik atau kendaraan berbahan bakar listrik.

Penggunaan listrik untuk kendaraan itu, kat dia, selain menghemat biaya pengeluaran, juga lebih ramah terhadap lingkungan. “Kami sudah melakukan sosialisasi agar sebisa mungkin agar mereka mencoba menggunakan motor listrik, yang lebih menguntungkan,” imbuhnya. (ro)