Diduga Bawa Kabur Adik Ipar ke Surabaya, Anggota DPRD Maluku Barat Daya Cari Tiga Keponakannya

Hupauw Pranata

Surabaya, KabarGress.Com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Barat Daya,  Eric Angkie bersama dengan saudara perempuannya Sari Sandra Tahalele saat ini sedang dirundung gelisah. Lantaran tiga ponakan dari Eric tersebut diduga dibawa kabur oleh suami saudara perempuannya di Surabaya yakni bernama Hupauw Pranata (suami perempuan).

Pria yang juga Ketua DPC Hanura Maluku menceritakan, dirinya kehilangan ketiga keponakannya, Sarkura Pranata 13 tahun, Kenney Jhon Pranata 11 tahun dan Vanessa Pranata 7 tahun yang diduga disembunyikan oleh ayah kandungnya di Surabaya.

“Mereka itu dibawa pergi sejak 17 Desember lalu oleh ayahnya tanpa sepengetahuan ibunya. Dan kami pernah lihat mereka di Jalan Kalijudan Surabaya,” ungkap Eri, Senin (5/2/2018).

Eric mengatakan, sebagai keluarga dirinya sangat mengkhawatirkan kondisi dari ketiga ponakannya tersebut. “Kami sekeluarga sangat mengkhawatirkan keadaan mereka, terutama masalah psikologisnya karena dijauhkan dari ibu dan masalah pendidikannya apalagi saat ini tengah menghadapi ujian sekolah,” ungkapnya.

Kenney Jhon Pranata, Vanessa Pranata dan Sarkura Pranata

Erik berharap peran masyarakat Surabaya untuk membantu mencarikan keberadaan keponakannya tersebut. “Kami sudah melaporkan ke pihak kepolisian dan kami sekeluarga mengharapkan bantuan dari masyarakat Surabaya untuk memberitahukan keberadaan keponakan kami, siapapun yang menemukan bisa menghubungi saya di nomer ini 082213231555,” kata Angota Komisi A di DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya ini.

Hal senada diungkapkan oleh Sari Sandra Tahalele ibu kandung dari Sarkura Pranata, Kenney Jhon Pranata dan Vanessa Pranata. Ia mengatakan sangat sedih dan khawatir terhadap keadaannya. “Saya sangat sedih dan sangat khawatir. Apalagi Sarkura dan Kenney ini mau ujian kelulusan,” ungkap Sandra.

“Kami sengat mengharapkan bantuan masyarakat Surabaya barang siapa yang menemukan keberadaan anak kami, segera menghubungi keluarga kami,” tambah Sandra.

Sebagai informasi, saat ini pelaku sudah ditetapkan di Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Maluku untuk kasus pencurian. (tur)

Leave a Reply


*