Mbatik Bebas Limbah Bareng Jepang dan Taiwan ala UKWMS

Surabaya, KabarGRESS.com – Sejumlah delapan orang delegasi asal negara Jepang dan Taiwan akan bertandang ke beberapa laboratorium dan jurusan-jurusan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) demi belajar ‘membatik’. Rombongan terdiri dari dua orang mahasiswa serta satu dosen asal Osaka Institute of Technology (OIT) Jepang dan lima mahasiswa dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Kedatangan mereka untuk menunaikan kerjasama antara UKWMS dengan NTUST dan OIT dalam melaksanakan sistem pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) selama tujuh hari yang mengangkat tema ‘The Challenge of Preserving Batik as a Local Cultural Heritage in the Midst of Disruptive Digital Era’. Kerjasama yang diinisiasi oleh Fakultas Teknik ini turut melibatkan Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Bisnis serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di UKWMS.

“Ini merupakan kali kedua PBL diadakan dan jika tahun lalu delegasi-delegasi ini kami ajak untuk ‘mabuk durian,’ kali ini kami ingin mengenalkan betapa indah, mendalam dan bermanfaatnya kesenian batik Indonesia ini,” ujar Erlyn Erawan, Psy.D. selaku Kepala Kantor Urusan Internasional UKWMS. Para tamu akan bergabung langsung dalam praktikum pemanfaatan pewarna alami dari bahan alam seperti kayu secang, teh, kopi, daun suji, daun jati, kunyit dan daun mahoni untuk membuat batik dengan teknik ikat celup di Fakultas Farmasi. “Kami ingin memperkenalkan salah satu faktor dalam ‘Batik’ dan proses ‘Membatik’ yaitu pewarna alami dari kekayaan alam Indonesia yang menjadi ciri khas dan kelebihan Batik Indonesia,” ungkap Dr. F.V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si. sebagai pemateri dan instruktur praktikum.

Selain belajar membuat batik, peserta juga akan belajar bagaimana menyerap zat pewarna yang mengkontaminasi limbah cair dari proses pembuatan batik. “Kita bisa membuat air yang terkontaminasi tersebut aman untuk kembali ke alam dengan memanfaatkan material tanah liat zeolit dan bentonit, maupun kerikil serta limbah kulit telur dan sabut kelapa,” tandas Shella Permatasari Santoso, Ph.D. selaku dosen Jurusan Teknik Kimia UKWMS yang akan memandu praktikum pembelajaran sistem nol limbah tersebut. Teknologi bebas limbah memang sejak beberapa tahun belakangan menjadi fokus beberapa penelitian di Jurusan Teknik Kimia UKWMS. Melalui ajang PBL ini, UKWMS berharap tidak hanya dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekanan dari Jepang maupun Taiwan, namun juga dengan masyarakat luas. (ro)

Leave a Reply


*