27/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Kabupaten Dompu Sudah Terlatih dan Siap Menghadapi Kondisi Darurat Bencana

Dompu, 31 Januari 2018 – Terbentang di luasan lebih dari 2.000 km 2 di Propinsi Nusa Tenggara Barat Kabupaten Dompu tidak lepas dari berbagai resiko bencana. Dalam 10 tahun terakhir, wilayah ini mengalami beberapa ancaman potensi bencana seperti banjir, gempa bumi, angin puting beliung, serta konflik sosial berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia BNPB dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk menghindari dampak kerugian akibat bencana, tentu langkah-langkah antisipasi dan serta memastikan kesiapan masyarakat menjadi prioritas semua pemangku kepentingan.

Yayasan IDEP Selaras Alam yang didukung oleh PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) dalam payung program Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) berkolaborasi dalam Program Collaborative Habitat Advancement Management Program (CHAMP). CHAMP lahir dari kesamaan antara misi Yayasan IDEP yang fokus pada Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat dengan pilar kesiapsiagaan dan tanggap bencana SUI. Program ini memfasilitasi akses masyarakat terhadap air bersih, sanitasi, pelayanan kesehatan, pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan yang terdapat di dalam program CHAMP antara lain penanaman pohon di Klungkung (Bali), pengembangan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kebun rumah tangga berbahan dasar organik (permaculture) serta dukungan infrastruktur fasilitas sanitasi komunal di Sumba (NTT) dan pelatihan tanggap darurat bencana di Dompu (NTB). Lewat dukungan peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana, diharapkan mampu menekan dampak disaat kondisi bencana yang datang di wilayah Kabupaten Dompu.

Kegiatan peningkatan kapasitas tanggap bencana yang telah dilaksanakan di Kabupaten Dompu dikemas secara komprehensif dalam Pelatihan Tanggap Darurat dan Manajemen Pengungsian yang telah dilakukan di Hotel Tursina pada tanggal 22 – 25 Januari 2018. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari desa-desa yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana. Pelatihan ini akan membangun kapasitas mayarakat dalam pengkajian kebutuhan, analisa risiko, pemetaan, sistem tanggap darurat dan manajemen pengungsian secara gotong royong.

Pada akhirnya, masyarakat diharap mampu dalam membentuk kelompok masyarakat penanggulangan bencana yang mandiri serta bersinergi dengan pemangku kepentingan di tingkat pemerintah daerah Dompu. Apresiasi diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu yang mengambil peran penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah ini. Tidak ketinggalan, pada 26 Januari 2018 para peserta kegiatan mengikuti Simulasi Tanggap Darurat Bencana yang bertujuan untuk menguji hasil pelatihan yang telah dilakukan sehingga semakin mengasah keterampilan masyarakat dalam tanggap darurat bencana. Mari menjadi masyarakat yang tangguh serta siap menghadapi kondisi darurat bencana. (ro)