28/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pembinaan Warga Lapas Seharusnya Jadi Perhatian Kita Semua

Banyuwangi, KabarGRESS.com – Di sela-sela agenda kunjungannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim Dapil Jawa Timur III, KH Fauzan S.Pd, MM yang juga ketua DPC PPP Kab Banyuwangi, menyempatkan diri mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Banyuwangi, Sabtu (20/1/2018).

Kepada beberapa awak media termasuk kontributor KabarGress yang turut dalam kunjungan tersebut, KH. Fauzan menerangkan, “Apapun keadaannya, warga binaan di seluruh lembaga pemasyarakatan adalah warga negara yang butuh perhatian agar mereka tidak lagi masuk ke tempat ini, perhatian yang diberikan oleh negara melalui pembinaan mental spiritual dan pembinaan kemandirian, merupakan sebuah kegiatan dan seharusnya mendapat dukungan anggaran yang
memadai, karena melalui kegiatan ini dapat mengikis rasa jenuh dari para warga binaan yang seringkali muncul dan menjadi pemicu bagi persoalan lainnya, sementara pembinaan kemandirian yang terimplementasi melalui beberapa kegiatan pelatihan kewirausahaan merupakan sebuah bekal yang sangat bermanfaat bagi para warga binaan setelah mereka keluar dari tempat ini”.

Persoalan utamanya tentu saja keterbatasan anggaran untuk mendukung seluruh program
pembinaan yang telah direncanakan, karenanya sebagai wakil mereka di lembaga legislatif. “Saya akan mencoba menyampaikan permasalahan ini serta berupaya mencari terobosan sekaligus
mempelajari atau bila diperlukan, akan menginisiasi regulasinya, sehingga ada payung hukum yang melegitimasi peran serta dunia usaha melalui pemanfaatan dana CSRnya untuk kegiatan pembinaan mental maupun pelatihan kewirausahaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Soenaryo, SH, MH, mewakili Kalapas Banyuwangi yang tengah melaksanakan tugas
ke Jakarta, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian yang diberikan oleh KH. Fauzan.

”Beliau merupakan pioner bagi tumbuhnya empati masyarakat terhadap keberadaan warga binaan, Bapak Kalapas dan seluruh perangkatnya tidak pernah mengeluhkan keterbatasan anggaran pembinaan kepada warga binaan, namun dengan tumbuhnya perhatian masyarakat, maka sudah sepatutnya kami menghaturkan terimakasih karena melalui kegiatan seperti ini, kami merasakan adanya sinergi secara riil antar lembaga dan juga masyarakat luar terhadap upaya pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan, terlebih lagi bila nantinya kami dapat menerima manfaat dana CSR dari perusahaan-perusahaan, tentulah akan kami prioritaskan dalam
pengadaan dan ketersediaan prasarana pelatihan kemandirian,” jelas Soenaryo. (Boh)