Lawan Borjuasi, Aktivis 98 Galang Dukungan untuk Jokowi

Surabaya, KabarGress.Com – Sekitar 1.000 aktivis lebih memadati atrium DBL Arena di kompleks Graha Pena Jl A Yani. Hal ini terkait deklarasi Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Jatim. Selain deklarasi, juga akan dikukuhkan DPD POSPERA Jatim dan DPC POSPERA se-Jatim.

Ditemui di DBL Arena, saat meninjau persiapan acara, Ketua DPD POSPERA Jatim Katno mengatakan, tema dari acara itu adalah peran POSPERA dalam membangun bangsa, menuju masyarakat yang adil dan makmur. Ini untuk menekankan pemberdayaan di tingkat grassroot atau akar rumput. Yang jelas, lahirnya POSPERA ini karena adanya kegelisahan para aktivis 98 (Persatuan Nasional Aktivis 98) terhadap kegagalan demokrasi yang terbangun di negeri ini yang dikuasai kelompok borjuasi kapitalis.

Kelompok itu dinilai telah merebut tegaknya keberdayaan dan kedaulatan rakyat. Dengan dasar itulah, di Palu pada 2015 terlaksana Kongres POSPERA Ke depannya, tegas Katno, POSPERA menjadi bagian untuk mengawal program Nawacita-nya Presiden Joko Widodo. Harapannya, melalui deklarasi POSPERA di Jatim ini, pihaknya siap mengawal Jokowi untuk dua periode.

“Ini isu sentral yang akan kita jalankan dalam pertarungan Jokowi dua periode ke depan,” tegas Katno.

Untuk itulah, POSPERA ini segera dideklarasikan agar kerja untuk mengusung Jokowi dua periode bisa segera dijalankan. Saat ini, di tingkat Nasional, POSPERA sudah memiliki DPD di 24 provinsi. Sementara di Jatim masih terbentuk 20 DPC dari 38 kabupaten/kota yang ada.

“Kondisi pembentukan kita ini beda dengan sayap partai. Kalau sayap partai cukup dengan mengambil kadernya di tiap cabang sudah selesai. Kalau POSPERA proses kita memakan waktu lama, dengan melakukan dialog di masing-masing cabang untuk memberikan pemahaman hingga mengenalkan tujuan POSPERA. Jadi dialognya lama agar rakyat bisa menerima kita secara luas cara pandangnya bahwa kita sebagai Ormas baru dari kumpulan aktivis 98,” beber komisaris di salah satu BUMN ini yang berharap gerakan politik ini mampu menyasar para pemuda atau pemilih pemula.

Saat ini, lanjut Katno, muncul gekaran intoleran dan radikalisme. Dua hal ini tentu harus dilawan dan kecenderungan melawannya adalah melalui civitas di perguruan tinggi. Mahasiswa itu dianggap Katno sebagai petarung atau generasi yang sengit untuk melakukan perlawanan terhadap intoleran dan radikalisme. Bahkan saat ini yang paling bisa diterima masyarakat adalah masyarakat intelektual dan ini yang dibidik POSPERA.

Dia mencontohkan terkait ancaman besar dalam Pilpres mendatang yang dilakukan orang-orang intoleran dan radikalisme. Bahkan, kata dia, pihaknya khawatir dengan ancaman besar terhadap organisasi keagamaan yang bisa dimasuki gerakan intoleran dan radikalisme.

“Lihat saja, KH Mustofa Bisri dan KH Said Agil Siradj yang dihabisi di medsos, semua diam. Ini kan terlihat bahwa organisasi besar itu bisa dimasuki intoleran dan radikalisme, Karena itu butuh perlawanan melalui POSPERA,” tandas Katno.

Pada acara deklarasi tersebut, undangan yang menyatakan siap hadir adalah Adia Napitupulu (Sekjen PENA 98, Mustar Bona Ventura Manurung (Ketua DPP POSPERA), beberapa komisaris BUMN, pejabat Jatim, perwakilan Ormas serta OKP tingkat Jatim. (tur)

Leave a Reply


*