Jauhi HP, Tiga Bulan Jelang Ujian

Surabaya, KabarGRESS.com – Yang baru selalu ada di sekolah inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya, sosialisasi atasi kesulitan belajar, oleh Apsi (Asosiasi Psychology Indonesia) bersama Dinas Pendidikan kota Surabaya, Kamis, 14 Desember 2017,  yang diikuti wali murid dan siswa siswi kelas 5 dan 6.

Nurul Indah Susanti, S.Psi, M.Si, Psi, direktur Lembaga Psikologi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, mendapatkan amanah dari Dinas Pendidikan Surabaya untuk sosialisasi belajat efektif jelang ujian. Nurul memulai dengan ucapkan salam, “apa kabar bapak ibu dan anak anakku semua, coba tepuk tangan untuk kepala sekolah yang punya ghirah luar biasa, tepuk tangan semangat buat anak anak mengikuti sisialisasi kesulitan belajar, dan tepuk tangan bapak ibu wali murid yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir kegiatan sosialisasi kesulitan belajar di SD Muhammadiyah 15 Surabaya yang penuh inspiratif ini. ” sambutnya sambil ikut bertepuk tangan

Sosialisasi kesulitan belajar ini merupakan program Dinas pendidikan Surabaya, diharapkan anak anak nanti bisa belajar dengan baik, nilai yang diperoleh bagus dan membanggakan. Nurul sebagai nara sumber bertanya kepada bapak ibu walimurid, ” kesiapan apa apa bapak ibu tiga bulan kedepan untuk anak anak jelang ujian nasional? “Ada yang bisa jawab?” Sambung Nurul dihadapan bapak ibu wali murid dan anak anak.

Aria artistryana, salah satu dari orang tua murid kelas 6, yang biasa dipanggil Nana menjawab dengan ankat tangan  “kesiapan mental. ” Nurul pun sambil berdiri menanggapi, ‘betul kata ibu, bagaimana anak anak bisa mandiri, sholat, ngaji, belajar tidak disuruh orang tua, supaya anak anak nanti  nyaman dan siap hadapi ujian, itu yang pertama. Kedua, menyiapkan fisik; belajar, tidur, harus seimbang. Dan Ketiga, do’a, setiap malam sebelum tidur dielus anaknya, cium keningnya dengan do’a sebelum tidur, karena itu menimbulkan perasaan anak bisa tenang dan terlindungi oleh orang tua. ” tutur Nurul sambil membasuh kepala seorang siswa yang duduk di depan

Ada bebetapa sekolah yang sempat saya kunjungi, ada yang belum bisa baca tulis padahal sudah kelas 4, bagi anak anak yang normal itu tidak wajar dan harus ditangani,  tindaklanjuti.
Solusinya adalah, ‘identifikasi kesulitan belajar. ” Tambah Nurul

Penyebab anak mengalami kesulitan belajar, salah satu nya adalah Hp, “bapak ibu yuk kita buat kesepakatan sama anak anak, kapan mereka pegang hp, senin sampai jum”at konsrntrasi belajar,  Itu pertama. Kedua buat edukasi, hp hanya dipakai komunikasi, dan ketiga menfilter menu hp, kunci utama di rumah, bapak ibu tidak boleh pasrah 100% kepada sekolah.” Sambung Nurul optimis

Ernest muhammad gustav,  siswa kelas 6 ibnu Rusdy mengatakan sambil tersenyum malu, “‘sosialisasi ini bagus, sehingga aku bisa belajar dengan tenang, hp sedikit dikit akan ku jauhi, jelang ujian nasional.” (Ali Shodiqin)

Leave a Reply


*