PARTAI HANURA JATIM SIAP MENANGKAN KHOFIFAH – EMIL DARDAK

Surabaya , KabarGress.com – Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Partai Hanura Jatim secara resmi mengusung pasangan Cagub – Cawagub Khofifah Indar Parawansa -Emil Istianto Dardak .

Diusungnya Khofifah-Emil Dardak sebagai Bacagub dan Bacawagub Jatim oleh Hanura ini ditandai dengan penyerahan rekomendasi kepada  Khofifah oleh Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Haji Mas Kelana Aprilianto, SE , disaksikan oleh Ketum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta beserta sejumlah ulama dan tokoh masyarakat serta Ketua DPC Hanura se-Jatim beserta kadernya di Wyndham Hotel Surabaya.

Acara itu dikemas dalam “Konsolidasi Kekuatan HANURA se-Jawa Timur :
Hanura Bangkit, Hanura Jaya, Hanura Menang, Hanura Memenangkan Pilkada Jawa Timur”. Tampak pula dalam kesempatan itu, diantaranya KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) selaku Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, beserta istrinya, Ny Hj. Farida Sholahuddin Wahid.

Hadir pula KH Asep Saifuddin Halim (Pengasuh PP. Amanatul Ummah Pacet Mojokerto), KH Suyuti Toha (Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda Banyuwangi), KH Mansyur dari Sidosermo, KH Muchtam Muchtar (Ponpes Al Khayyah, Sumenep), KH Mukhlis Muksin (Pengasuh Ponpes Al Anwar, Bangkalan). Dari Ketua DPP Hanura, hadir Anwar Fuadi (Ketua Dewan Pembina DPP Hanura) dan Mohammad Farid Alfauzi.

Terkait dengan itu, Mas Kelana Aprilianto menyatakan bahwa kehadiran Ketum Hanura, Oesman Sapta dan Khofifah merupakan angin segar dalam perpolitikan di Jawa Timur dalam rangka mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilu 2019.

Menurut Kelana, keputusan DPD Hanura Jatim mengusung Khofifah-Emil Dardak dalam Pilgub Jatim 2018 setelah melalui proses panjang. Awalnya, kata Mas Kelana, saat rakerda (rapat kerja daerah) DPD Hanura Jatim di Malang pada 8-9 Februari 2017 lalu, kader Hanura DPC se-Jatim menetapkannya sebagai bakal calon wakil gubernur.

Namun, DPD Hanura Jatim hanya memiliki keterwakilan 2 kursi di DPRD Tingkat I Jatim. “Maka, kami menyadari bahwa Partai Hanura lebih mengedepankan kepentingan masyarakat Jatim dibanding kepentingan pribadi, kami, maupun partai. Tanpa mengurangi makna Rakerda tersebut, kami menyerahkan ketentuan wakil gubernur Jatim kepada Ibu Khoffiah,” kata mas Kelana.

“Atas dasar itulah, maka siapapun bakal calon wakil gubernur sebagai pendamping Khofifah, kami beserta seluruh kader Hanura Jatim akan mendukung dan mensukseskan Pilkada Jatim dengan memenangkan Khofifah sebagai Gubernur Jatim periode 2018-2023,” lanjut Maa Kelana.
Lantas, dihadapan para kader dan Ketua DPC Hanura se-Jatim yang hadir, Kelana meminta persetujuan dan kesaksian sambil bertanya “Apakah saudara sanggup memenangkan Khofifah ?”

Seluruh peserta yang hadir langsung menjawab “Sanggup” dibarengi riuh tepok tangan para kader Partai.

Sedangkan  Oesman Sapta meminta kepada seluruh kader Hanura se-Jatim agar dari hati nurani dan lahir batin mendukung Khofifah-Emil. “Jadikan slogan Kebangkitan Kejayaan Hanura untuk memenangkan Khofifah-Emil. Itu kesepakatan kita kepada Ketua DPC sebelum masuk ruangan ini,” kata Oesman Sapta, yang menjabat Ketua DPD RI ini menegaskan.

Oesman menegaskan, hal yang perlu dilakukan untuk memenangkan itu ialah melaksanakan filosofi 5S. S yang pertama ialah strategi, yakni strategi yang dilakukan untuk memenangkan Khofifah. S kedua ialah Struktur. Oesman Sapta menekankan, agar jangan sampai dia dikibulin oleh kadernya. “Jangan ada dusta diantara kita. Ada beberapa partai begitu, tapi saya tidak mau Partai Hanura seperti itu,” tegasnya.

Lalu S ketiga ialah sistem. Dan S keempat ialah skill, dan S kelima ialah speed. “Kalau target menang speed-nya seperti apa? 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, hasilnya apa? Jangan pura-pura dukung, tahunya digembosin,” jelas Mas Kelana.

Oesman Sapta mengutarakan kebanggaannya kepada Khofifah sebagai Menteri Sosial. Dia bercerita, saat bencana di Gunung Sinabung Sumatera Utara, dia mendengar bahwa Presiden Jokowi memerintahkan agar Khofifah segara ke tempat bencana.

Bangganya, saat ditelpon, Khofifah sudah berada di lokai bencana. “Jadi itu fakta yang saya dengar sendiri. Kedua, Khofifah ialah seorang ibu. Wakil itu ibu ialah kita, dan ibu kita pasti wanita. Pesan saya, jangan coba-coba kita berkhianat. Saya hanya menuruti kata hati saudara,” kata Oesman Sapta ,bangga .

Menanggapi itu, Khofifah dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader dan pengurus Partai Hanura yang mendukungnya di Pilgub Jatim 2018.

Tak mampu disembunyikan dukungan seluruh kader Partai Hanura serta keluarnya rekom untuk dirinya di terima penuh rasa syukur . ” Saya menyampaikan syukur bahwa Hanura memberikan rekom dan keputusan resmi.

Keputusan yang kami terima akan diikuti dengan ikhtiar kita bersama. DPD Hanura Jatim dikomando Mas Kelana akan mengawal proses Pilkada menuju pemenangan kami,” ujar Khofifah.

Dia mengapresiasi atas keputusan Mas Kelana untuk mengusungnya bersama Emil Dardak di Pilgub Jatim, kendati sebelumnya mas Kelana diusung oleh kadernya untuk maju sebagai cawagub. Namun pada akhirnya, dia memutuskan mendukungnya dan Emil.

Khofifah memandang, Partai Hanura menerapkan politik kebangsaan, yaknibpolitik tegak lurus. Meski Kelana diiusung jadi cawagub, tapi ketika DPP Hanura melakukan komunikasi politik di Jakarta, ada loyalitas tegak lurus dari Ketua DPD Hanura Jatim. Ini ungkap Khofifah menjadi bagian penting untuk membangun politik kebangsaan.

Menurut Khofifah, ada posisi politisi yang tidak semua politisi bisa membangun politik sebagai negarawan. “Saya lihat Mas Kelana selain politisi juga merepresentasikan diri sebagai negarawan,” ujar Cagub yang arek Surabaya asli.

Sementara iru Emil dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa dia merasa terhormat diberikan kepercayaam oleh keluarga besar Hanura. “Insya Allah kita akan berjuang lagi seperti Pilkada Trenggalek saat Hanura memperjuangkan saya menjadi Bupati Trenggalek,” aku Emil ( hery)

Leave a Reply


*