Antisipasi Gangguan Listrik Musim Hujan, PLN Dist Jatim Imbau Masyarakat Lebih Kooperatif

Surabaya, KabarGRESS.com – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur mengimbau masyarakat agar lebih kooperatif dengan melaporkan kepada pihak PLN atas kondisi jaringan listrik di sekitar lingkungannya. Sekecil apapun gangguan tersebut harus segera diatasi agar pasokan listrik kepada konsumen tidak terganggu, terlebih dengan masuknya musim penghujan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat supaya lapor ke PLN ketika ada pohon yang sudah mendekati jaringan agar nantinya tidak terjadi gangguan listrik di wilayah mereka. Karena membiarkannya itu sangat bahaya,” kata Deputy Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, ditemui di ruang kerjanya di Surabaya, Rabu (22/11/2017).

Dijelaskannya, pohon yang dahan atau daunnya telah mendekati jaringan listrik harus segera dipangkas. Karena ketika dibiarkan akan menyebabkan terjadinya gesekan antara kabel listrik dengan dahan. Dan jika hal tersebut dibiarkan, maka pembungkus kabel akan terkelupas sehingga akan mengakibatkan hubungan arus pendek.

“Ada beberapa kanal yang bisa dipilih masyarakat untuk melakukan pelaporan, pertama dengan menghubungi 123, dengan melaporkan kepada saya secara langsung, atau melaporkan kepada kantor pelayanan PLN terdekat” ujarnya.

Sebenarnya, dari pihak PLN Distribusi Jatim juga sudah melakukan antisipasi atas kondisi tersebut dengan mengangkat “Mandor Line”. Mereka bertugas melakukan investigasi tentang jaringan di sejumlah lokasi, apakah ada pondasi tiang listrik yang retak, ataukah ada dahan yang mendekati jaringan ataukah ada kabel yang mengelupas atau ada material lain yang rusak . Langkah tersebut dilakukan karena terkadang pekerjaan ini di Rayon PLN kurang maksimal.

Selain itu, masyarakat juga harus tanggap jika saat hujan terjadi situasi yang mengakibatkan listrik padam atau jaringan terganggu, misalnya ada pohon yang tumbang tepat di jaringan listrik atau ada trafo yang meledak. “Jika kondisi tersebut terjadi, maka masyarakat harus tanggap dan secepatnya melaporkan kejadian tersebut kepada PLN,” katanya.

Karena sebenarnya suplai listrik untuk wilayah Jatim saat ini lebib dari cukup. Pasokan listrik Jatim dari berbagai pembangkit listrik di Jatim mencapai sekitar 8.670 Mega Watt (MW) sementara kebutuhan listrik di Jatim rata-rata mencapai 5.000 MW. Bahkan di saat puncak beban yang terjadi beberapa waktu yang lalu, konsumsi listrik masyarakat Jatim hanya mencapai 5.600 MW. “Kalaupun ada listrik padam, pasti itu karena gangguan dan bukan karena supali listrik kurang,” pungkasnya. (ro)

Leave a Reply


*