15/01/2021

Jadikan yang Terdepan

PLN Dist Jatim Tandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik

Surabaya, KabarGRESS.com – PLN Distribusi Jatim menandatangani komitmen kerja sama dan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan lima pelanggan potensial di Jawa Timur. Total daya yang akan disambung untuk memenuhi kebutuhan lima pelanggan industri itu mencapai 107,4  Mega Volt Ampere (MVA).

Deputy Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, mengatakan penandatangan itu dilakukan serempak bersama wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan tiga provinsi yang digelar di Hotel Aruna, Senggigi, Lombok Barat. “Penandanganan totalnya dilakukan dengan 10 pelanggan potensial yang ada di Jawa Timur, NTB, dan NTT dengan jumlah daya 129 MVA,” ujarnya, Rabu (8/11).

Khusus untuk Jatim, penandatanganan dilakukan dengan Kawasan Industri Probolinggo, PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Aplus Pasific yang berlokasi di Gresik, PT Meta Adhya Tirta Umbulan dan PT Megah yang berlokasi di Pasuruan. Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Direktur Bisnis Regional JTBN, Djoko R Abumanan.

Hingga saat ini, kata dia, Jatim tetap masih dalam kondisi surplus listrik dengan cadangan daya yang mencapai 2063 Megawatt (MW). Sedangkan angka beban puncak yang berlangsung pukul 17.00-22.00 WIB berada di kisaran angka 5197 MW.

Menurutnya, faktor ketersediaan daya merupakan komitmen PLN untuk terus mendukung ketersediaan listrik di tanah air. Ketersediaan listrik ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya industri dan usaha-usaha baru di daerah yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat juga menenandatangani komitmen serupa dengan empat pelanggan potensial di sektor tambak, kesehatan, dan pendidikan dengan total daya sebesar 1,7 MVA. Diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Kota Mataram dan Politeknik Pariwisata Lombok yang berada di Kota Mataram, PT Rhaee Royal Vannanei yang berlokasi di Sumbawa, serta UD Sulindo Persada yang berlokasi di Bima.

Sementara PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur bersepakat dengan PT Gulf Mangan yang bergerak pada industri smelter dengan rencana pemasangan baru sebesar 20 MVA. Penyerapan listrik di wilayah ini bisa terjadi berkat program 35.000 MW yang berimabas pada kondisi surplsunya lsuitrik di wilayah tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi di Bali yang kini memiliki cadangan daya sebesar 512 MW, dengan beban puncak sebesar 773 MW. NTB juga memiliki cadangan daya sebesar 74,01 MW, dengan beban puncak sebesar 351,48 MW. Sementara untuk NTT memiliki cadangan daya sebesar 36, 95 MW, dengan beban puncak sebesar 152,57 MW.

Pemanfaataan listrik oleh pelanggan bisnis dan industri diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi setempat. Agenda penandatanganan kesepakatan itu juga diwarnai dengan pemberian bantuan berupa trafo edukasi untuk Universitas Teknologi Sumbawa yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran. (ro)