Film MY GENERATION, Kisah Kids Zaman Now Mulai Diputar di Surabaya

Surabaya, KabarGRESS.com – Film MY GENERATION, yang banyak menceritakan kegalauan kids zaman now, mulai gala premier di bioskop Surabaya, Senin (6/11/2017). Film besutan sutradara Upi ini, menyuguhkan dinamika hubungan antara orangtua dan anak, terutama faktor perbedaan kondisi jaman dulu dengan sekarang yang banyak dipengaruhi pesatnya kemajuan teknologi dan informasi (TI).

Film bergenre drama satu ini dibintangi juga oleh Tyo Pakusadewo, Ira Wibowo, Surya Saputra, Joko Anwar, Indah Kalalo, Karina Suwandhi dan Aida Nurmala. Para awak media Surabaya berkesempatan menonton gala premier di CGV Marvell City, Marvell City Mall Lantai 3, Jalan Raya Ngagel No.123, Surabaya.​

MY GENERATION bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU, Zeke, Konji, Suki dan Orly. Yang mana keempatnya dikisahkan gagal pergi liburan karena video protes mereka untuk guru, sekolah, dan orangtua heboh menjadi viral. Merekapun akhirnya dihukum. Apakah mereka mau menerima kenyataan? Tentu tidak. Mereka memutuskan untuk menjalani petualangan yang berarti.

Orly sebagai perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip dan ia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang melabeli kaum perempuan. Salah satunya tentang keperawanan. Orly berusaha mendobrak dan menghancurkan label-label negatif yang sering diberikan kepada perempuan.

Di luar itu Orly bermasalah dengan ibunya yang single parent, yang sedang berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda. Bagi Orly gaya hidup sang Ibu tidak sesuai dengan umurnya.

Selanjutnya Suki, sebagai perempuan paling cool diantara teman-temannya. Selayaknya anak muda pada umumnya Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha ia sembunyikan. Tetapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orangtuanya yang selalu berpikiran negatif padanya.

Zeke, pemuda rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya, ternyata memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya. Zeke merasa kedua orangtuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya. Untuk menyembuhkan luka yang dipendamnya, Zeke harus berani mengkonfrontasi orangtuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus diantara mereka.

Konji sebagai pemuda polos dan naif, tengah mengalami dilema dengan masa pubertasnya, ia merasa ditekan oleh aturan orangtuanya yang sangat kolot dan over protective. Hingga ada satu peristiwa yang membuatnya shock. Hal itu membuat kepercayaannya pada orangtuanya hilang dan Konji balik mempertanyakan moralitas orangtuanya yang sangat kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka tuntut terhadap Konji.

Film My Generation produksi IFI Sinema ini mengangkat realita kehidupan generasi milenial secara natural. Mereka kritis dalam menanggapi segala hal dan berani mengungkapkan pendapat mereka tak terkecuali kepada orangtuanya.

Mereka bahkan mempertanyakan kembali nasihat atau larangan yang orangtua mereka berikan. Perbedaan karakter antargenerasi yang gamblang tertuang dalam film ini.

Upi mengungkapkan, dirinya melakukan riset selama dua tahun. Upi mengamati bahwa gaya berbicara anak sekarang yang kerap mencampurkan bahasa Indonesia dan Inggris. Observasi Upi lakukan dengan membedah akun-akun para remaja di berbagai platform media sosial. Dia mencari dengan berbagai tagar, kemudian mewujudkannya dalam dialog dan alur cerita My Generation.

“Saya menulis kisah remaja dari sudut pandang yang berbeda. Biasanya, cerita remaja selalu dikaitkan dengan cinta saja. Di My Generation, saya mengangkat kehidupan mereka sehari-hari. Saya juga menghadirkan dua perspektif yaitu dari sisi anak mudanya dan orangtuanya,” ungkap Upi.

IFI Sinema telah membuktikan dengan beberapa judul film produksinya yaitu Coklat Stroberi (2007), Radit dan Jani dan 3 Doa dan 3 Cinta (2008), Coblos Cinta (2008), Serigala Terakhir (2009), Lovely Man (2012), Mika (2013), Pertaruhan (2017). (ro)

Leave a Reply


*