Unik Menarik Permainan Tradisional di Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya

Surabaya, KabarGRESS.com – Siswa/siswi Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya mengenal permainan tradisional Indonesia dalam proses pembelajaran di sekolah, 750 siswa/siswi dan didampingi 75 guru mencoba mempraktekkan teori permainan tersebut dengan tujuan mereka bisa memelihara, melestarikan dan membiasakan dalam kehidupan sehari-hari permainan tradisional yang selama ini ada di Negara tercinta Indonesia.

“Indonesia adalah negara yang memiliki beragam budaya, bahasa, dan agama, tidak hanya itu Indonesia juga adalah negara dengan alam yang menakjubkan beserta rempah-rempah maupun fauna dan flora. Anak-anak harus bangga punya banyak permainan tradisional, yang belum tentu Negara lain memiliki,” tutur ketua Panitia Zaenol Ghazali.

Sambung Zaenol “Permainan tradisional Indonesia termasuk ke dalam ciri khas tersendiri dibandingkan negara Iain, Indonesia sendiri memiliki permainan tradisional dari berbagai daerah dengan jumlah yang tidak sedikit. Tapi seiring dengan kemajuan​ teknologi permainan tradisional sedikit demi sedikit mulai punah dan jarang dimainkan lagi.”

Kegiatan ACI (Aku Cinta Indonesia) dilaksanakan pada Selasa, 17 Oktober 2017 di hari inspiratif, sehingga anak-anak memakai baju inspiratif sesuai cita-citanya. Diantara permainan tradisional yang dilombakan adalah balap kelereng, bakiak, daur ulang sampah, pati lele dan mewarnai. Permainan ini menjadi kenangan indah bagi kamu yang lahir di tahun 90 an. Untuk mengenang dan membangkitkan permainan tradisional agar terus bisa dimainkan oleh anak-anak sekarang, akan kita bahas bersama permainan tradisional yang satu ini.

Kireina Nafisa Anam (siswi kelas 5 Buya Hamka) salah satu peserta yang ikut lomba bakiak, menuturkan “Saya bersama kedua teman saya Intan Romadhoni Izza Ariyanti dan Syifana Aulicia Aris harus menang, jadi juara dengan mengalahkan musuh-musuh saya nanti… haha.” Katanya sambil mengepalkan tangan baca Bissmillahirrahmanirrahim…

“Saya mengenal permainan tradisional bakiak ini saat saya masih keIas 3, tapi waktu itu belum berani takut jatuh, ketika naik kelas 4 saya sudah berani mencoba. Naah… Alhamdulillah saat ini ada lomba bakiak, saya ditunjuk temen-temen untuk mewakili kelas 5 dan punya semangat juara,” tutur Kireina sambil menata bakiaknya yang siap bertanding. (Ro)

Leave a Reply


*