HUT RRT ke 68, PAKDE KARWO AJAK PENGUSAHA RRT BELA RAKYAT KECIL

Surabaya , KabarGress.com – Hubungan yang semakin baik antara Tiongkok- Indonesia harus memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat kecil yang seringkali kalah dalam pertarungan pasar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menghadiri perayaan HUT ke 68 Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Ballroom Shangrilla Hotel, Surabaya, Kamis (28/9) malam.

Pakde Karwo sapaan akrabnya mengakui, bahwa ekonomi dunia khususnya Tiongkok semakin membaik. Akan tetapi, jika sektor industri semakin efisien dan pelaku usaha yang kecil terpinggirkan pendapatan ekonomi masyarakat akan semakin menurun.

“Saya mengajak, kepada pengusaha Tiongkok untuk menyisihkan sebagian keuntungan untuk membantu masyarakat khususnya pada industri dan ekonomi kecil,” tegasnya.

Menurutnya, siklus antara produksi dan pasar harus berjalan seimbang. Jika tidak dilakukan, dikhawatirkan masyarakat yang kecil kalah dalam kompetisi pasar. Jika itu yang terjadi produk produk Tiongkok tidak ada yang membeli akibat daya beli masyarakat rendah. “Saya khawatir siklus ekonomi menuju kesana,” ujarnya.

Dalam membela masyarakat kecil, perlu dilakukan langkah langkah konkrit diantaranya peningkatan hubungan kerjasama serta menanamkan investasi secara nyata. “Kepada industri besar harus memberi kesempatan kepada industri kecil untuk dapat berkembang. Saya melihat pengusaha Tiongkok memberi kesempatan kearah itu,” tegasnya.

Dihadapan Konjen AS, Jepang, Australia dan seluruh pengusaha dari perwakilan negara sahabat di Jatim, Pakde Karwo mengajak untuk bergandengan tangan membantu industri kecil di Jatim. “Percuma produksi dilakukan secara efisien jika daya beli masyarakat turun. Mari kita bersama sama untuk membantu industri kecil agar terus hidup dan tumbuh sehingga daya beli masyarakat juga akan meningkat,” tegasnya.

 

Jatim punya tempat khusus bagi Tiongkok

Konjen RRT Mr Gu Jingqi menyatakan, bahwa Jatim memiliki tempat khusus bagi warga Tiongkok.

Hubungan komunikasi dan kerjasama yang telah terjalin secara intens antara Tiongkok dan Jatim harus diperkuat. “Sudah 3 tahun, Jatim dan Tianjin saling mendirikan Pusat Pertukaran dan Kerjasama dan mendapatkan hasil yang pragmatis,” imbuhnya.

Bahkan, konjen RRT bersama Pemprov Jatim mengadakan Matchmaking Meeting antar perusahaan Tiongkok dan Jatim beserta Dinas Pendidikan mengadakan Lomba Pengetahuan Budaya Tiongkok yang telah mampu menarik banyak mahasiswa maupun siswa/siswi SMA untuk berpartisipasi.

“Semua prestasi tersebut adalah hasil usaha dari pemerintah serta masyarakat. Saya percaya perkembangan hubungan persahabatan Tiongkok-Indonesia akan menciptakan kesejahteraan di masa mendatang,” terangnya.

Ia mengatakan, bahwa malam ini merupakan 68 tahun berdirinya RRT sejak tahun 1949. Saat ini, nilai GDP Tiongkok telah berhasil meningkat dari angka 10 milliar US hingga menembus 11trilliun US Dollar.

Tiongkok, telah menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Tiongkok merupaman negara dengan cadangan devisa dan industri manufaktur terbesar di dunia. Jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke luar negeri mencapai 122 juta jiwa.

Di bidang infrastruktur, Tiongkok memiliki kereta api cepat dengan panjang mencapai 22 ribu kilometer dan menduduki lebih dari 60 % panjang jalur kereta api cepat di seluruh dunia.
Gu Jingqi menilai, hubungan kemitraan strategis yang komperhensif antara Tiongkok dan Indonesia terus maju dan berkembang. Kondisi ini sudah memasuki masa yang terbaik dalam sejarah.

“Hubungan ekonomi dan perdagangan terus berkemban dan wilayah kerja sama semakin di perluas. Nilai perdagangan kedua negara telah mencapai 47.6 milliar US Dollar. Investasi asal Tiongkok ke Indonesia mencapai 5 milliar US Dollar. Indonesia menjadi negara tujuan investasi terbesar ke 3.

Di bidang pertukaran budaya, Kedua negara juga terus diperdalam. Tercatat sebanyak 1.45 juta wisatawan Tiongkok berwisata ke Indonesia. “Tiongkok telah menjadi negara dengan sumber wisatawan terbesar bagi Indonesia. Hingga paruh pertama tahun 2017, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia sudah mencapai 1.02 juta jiwa,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan ini tersebut antara lain Konjen Amerika Heather Variava, Konjen Jepang Mr. Masaki Tani, Konjen Australia Mr.Chris Barnes. Turut hadir, Anggota DPR RI Indah Kurnia dan Ketua PW Muhammadiyah Saad Ibrahim. ( hery)

Leave a Reply


*