Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) PLN Beri Pelatihan Ratusan Guru Madrasah Honorer se Jatim

Surabaya KabarGRESS.com – Sebanyak 125 guru honorer madrasah diberi pelatihan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Ratusan guru itu merupakan hasil seleksi dari ribuan guru madrasah di Jawa Timur yang gajinya masih di bawah Rp1 juta per bulan.

Wagub Jatim, Syaifullah Yusuf, mengungkapkan para guru madrasah itu memiliki peran penting untuk mencetak generasi muda Islami yang unggul. “Kami mengapresiasi lembaga yang telah membantu meningkatkan kualitas mereka,” ujarnya di Surabaya, Selasa (26/9/2017).

Pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) PLN itu diadakan selama 2 hari. Mereka melibatkan Kafila Consulting yang sudah berpengalaman dalam bidang pengembangan pendidikan.

Dalam even itu, para guru diberi motivasi untuk meningkatkan kapasitas diri, dan dibekali kemampuan mengajar yang menyenangkan. Mereka juga diberi kemampuan untuk mengembangkan sekolahnya masing-masing.

Sementara itu, General Manager PLN Distribusi Jatim, Dwi Kusnanto, selaku tuan rumah mengaku salut dengan tingginya semangat para guru yang dengan keterbatasannya masih berusaha memberi pengajaran yang terbaik untuk anak-anak didiknya. “Kami akan memberikan beasiswa untuk tiga peserta pelatihan terbaik untuk melanjutkan pendidikan di jenjang sekolah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pihaknya berharap, para guru itu tetap bersemangat menularkan ilmu walaupun bergaji tidak tinggi. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan bisa menjadi guru yang berkompeten dan berkarakter.

LAZIS PLN sendiri sudah menggelar empat kali dari enam kali agenda serupa yang akan digelar tahun ini. “Penyelenggaran di Jatim kali ini merupakan yang terbesar dari pelatihan sebelumnya,” kata Dwi.

Sebelumnya, even serupa sudah digelar di Banten, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Sementara dua pelatihan selanjutnya akan diadakan di Sumatera, dan Sulawesi.

Menurut Ketua Bidang Koordinasi dan Kerjasama Strategis Lazis PLN, Herry Hasanudin, pelatihan itu menggunakan dana zakat yang berasal dari penghasilan karyawan muslim PLN seluruh Indosesia. “Karena itu yang kami sasar adalah para guru yang kami anggap layak menerima zakat,” tandasnya. (ro)

Leave a Reply


*