30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

GP Ansor dan Banser se Jatim Shalat Gaib untuk Muslim Rohingya

Surabaya, KabarGRESS.com – Ratusan anggota Banser dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor se Jawa Timur menggelar shalat gaib untuk korban tragedi kemanusiaan muslim Rohingya di Myanmar, bertempat di kantor PWNU Jatim, Senin (4/9/2017). “Kita (PW GP Ansor Jatim) mengutuk keras terjadinya tragedi kemanusian terhadap saudara-saudara kita etnis Rohingya di Myanmar dan berharap agar segera dihentikan, karena kejahatan kemanusiaan tidak dibenarkan apapun alasannya,” tandas Ketua PW GP Ansor Jatim, Rudi Tri Wahid, di sela-sela sholat goib doa istighotsah bersama.

Seperti diketahui, kebiadaban militer Myanmar terhadap kaum muslim Rohingya terus mendapat kutukan dari berbagai pihak. Tak ketinggalan GP Ansor dan Banser se-Jatim. Ansor mengajak semua pihak untuk menyatukan hati, tekad, semangat dan usaha satu tujuan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Selain itu, GP Ansor tentu saja tidak memilih diam terhadap setiap ujaran kebencian, permusuhan dan persekusi terhadap minoritas. GP Ansor ingin mengajak organisasi kepemudaan dan masyarakat Indonesia lainnya untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dan misi bantuan kemanusiaan terhadap saudara-saudara etnis Rohingya, serta melakukan secara lebih aktif People-to-People Diplomacy di kawasan Asia, dengan tujuan agar konflik geopolitik di Myanmar itu tidak diimpor ke Indonesia.

GP Ansor mengajak kepada seluruh ummat Islam di Jatim agar melakukan shalat gaib para korban meninggal, mengirimkan doa khusus agar para korban yang meninggal mendapat ketenangan, korban terluka ringan maupun berat segera mendapatkan kesembuhan. “Para korban yang hilang bisa ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat, para korban yang mengungsi mendapatkan keamanan dan perlindungan serta perdamaian abadi bisa kembali hadir di Negeri Myanmar,” ulasnya.

Rudi juga menyerukan kepada semua elemen masyarakat Indonesia untuk ikut serta bersama-sama melakukan filterisasi dan pencegahan terhadap berita-berita hoax dan provokatif, yang akan menimbulkan persoalan baru di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang cinta damai. “Kami juga menginstruksikan kepada semua kader dan anggota GP Ansor Jatim menjadi motor penggerak harmonisasi di tengah-tengah masyarakat dan melakukan aksi nyata yang solutif dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Myanmar,” pungkasnya. (ro)