30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Agustus, Jatim Alami Deflasi 0,25 Persen

SurabayaKabarGRESS.com – Pada Agustus 2017 Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,25 persen. Dari 8 Kota yang menghitung Inflasi, seluruhnya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Malang yaitu mencapai 0,57 persen, diikuti Sumenep 0,25 persen, Surabaya dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,19 persen, Kediri sebesar 0,17 persen, Madiun sebesar 0,16 persen, Banyuwangi sebesar 0,11 persen, dan Jember sebesar 0,09 persen.

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, mengungkapkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi ialah Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga yang mencapai 1,45 persen, sedangkan kelompok terendah ialah Kelompok Bahan Makanan yang deflasi sebesar 1.53 persen.

“Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi di Jawa Timur bulan Agustus 2017 adalah tarif angkutan udara, bawang merah, dan bawang putih. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar inflasi ialah tarif sekolah dasar, tarif sekolah menengah atas, dan emas perhiasan,” jelasnya, Senin (4/9/2017).

Laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan Agustus 2017 mencapai 2,86 persen, angka ini lebih tinggi dibanding tahun kalender Agustus 2016 yang hanya sebesar 1,80 persen,

Laju inflasi tahun ke tahun (yoy) Jawa Timur di bulan Agustus 2017 mencapai 3,81 persen, angka ini lebih tinggi dibanding Agustus 2016 yang hanya sebesar 2,77 persen,

“Pada Agustus 2017 tiga ibukota provinsi di pulau Jawa mengalami deflasi dan tiga ibukota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang yang mencapai 0,48 persen sedangkan inflasi tertinggi terjadi di DKI Jakarta sebesar 0,13 persen,” pungkasnya. (ro)