30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Dukung Pelestarian Kesenian Reog Ponorogo, PLN Sumbangkan Mobil Operasional

Surabaya, KabarGRESS.com – Sebagai bentuk dukungan terhadap kesenian Reog Ponorogo, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyumbangkan mobil operasional senilai Rp181 juta lebih, dengan harapan bisa membantu upaya pelestarian jenis kesenian yang sudah dikenal banyak kalangan tersebut.

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, mengungkapkan dana untuk bantuan berujud kendaraan itu diambilkan dari anggaran Corporate Social Responsibility (CSR). “Bantuan mobil pick up itu sudah sesuai dengan kebutuhan salah satu sanggar Reog Ponorogo yang beroperasi di Surabaya,” ujarnya di Surabaya, Senin (21/8/2017).

Pihaknya sengaja memilih Kelompok Reog Singo Mangkujoyo di Surabaya karena group itu dinilai paling aktif melestarikan kesenian tersebut. Para personil kelompok yang mayoritas merupakan orang-orang asli Ponorogo itu sudah terkenal karena sering tampil di depan publik.

Kelompok reog ini juga dinilai sangat berdedikasi untuk melestarikan budaya peninggalan leluhur.  Melalui sanggar itulah, PLN berharap Reog Ponorogo akan semakin eksis di negaranya sendiri dan bisa mendunia, di kemudian hari.

Prosesi penyerahan bantuan itu disampaikan langsung oleh GM PLN Distribusi Jatim, Dwi Kusnanto kepada pimpinan sanggar Singo Mangkujoyo, Sugianto yang bermarkas di Jalan Gubeng Kertajaya Gang V Surabaya. “Ini bukan kali pertama kami memberikan dukungan untuk reog,” ujarnya.

Karena tahun-tahun sebelumya, PLN juga memberikan dukungan dana untuk pembuatan Dadak Merak sebesar Rp50 juta. Dadak merak adalah topeng besar yang digunakan dalam tarian reog.

Selanjutnya pada tahun berikutnya, mereka juga pernah menyumbang dan untuk membeli perlengkapan alat-alat kesenian reog senilai Rp90 juta. Dana itu digunakan untuk pembelian kostum, perawatan property, hingga biaya operasional setiap manggung.

Selain membina dan peduli budaya Reog Ponorogo, pihaknya juga mengklaim sudah mewujudkan dukungannya terhadap kesenian ludruk. “Kami membantu dana operasional sanggar ludruk ‘Karya Budoyo’ Mojokerto agar tetap eksis,” katanya.

Dana itu juga diambilkan dari anggaran CSR PLN Jatim yang setiap tahun dianggarkan Rp2 miliar. Hingga pertengahan Agustus 2017 ini dana yang sudah tersalurkan mencapai Rp400 juta.

Sementara bidang lain yang juga dibantu lewat dana CSR diantaranya proyek pembuatan rumah singgah bagi para pengemis dan gelandangan di Malang. Dana serupa juga diberikan untuk mengedukasi masyarakat di Banyuwangi dengan program ‘Sadar Bersinar’ melalui lomba layang-layang. (ro)

Teks foto: GM PLN Jatim, Dwi Kusnanto (kiri), secara simbolis menyerahkan bantuan 1 unit mobil pick up kepada pimpinan sanggar Reog Ponorogo.