SOSIALISASI M TANI, HKTI DAPAT DUKUNGAN PONPES MODERN AL FATIMAH KOTA BOJONEGORO

Bojonegoro , KabarGress.com – Dewan Pimpinan Provinsi ( DPP) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim terus bekerja membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan , dengan menetapkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Upaya nyata dilakukan HKTI untuk memback-up program pemerintah dalam ketahanan pangan, khususnya sector padi, DPP.HKTI Jatim mensosialisasikan perintah Panglima Tani ,Ketua Umum (Ketum) DPN. HKTI Jendral (Pur) Moeldoko , sistem bertani dengan menggunakan teknologi baru, dua benih padi varietas MTani 400 dan M70D.

Dua benih padi unggul berdasarkan setelah diujicoba tanam , menghasilkan panen gabah kuatas bagus serta meningkatkan hasil panen perdana MTani 400 di desa Kedungotok, Tembelang, Jombang, di Kabupaten Jember, Tulungagung dan Lumajang. “ Untuk Kabupaten Lumajang, untuk MTani 400 bisa keluar 11 ton, per hektar ,” aku wakil Ketua II Warsito, SE,MM, saat mendampingi sosialisasi MTani 400 dan M70D di Ponpes  Al -FATIMAH  Bojonegoro, Minggu siang (20/8/2017).

Kualitas dua benih padi MTani 400 dan M70D ungkap Warsito , telah memberikan bukti cukup nyata. Dimana, dua jenis varietas hasil riset panjang Panglima Tani Moeldoko ini kenyataannya telah mampu meningkatkan produksi panen gabah petani. Seperti di desa Kedungotok, Tembelang, Jombang, contohnya.  Panen MTani 400 di Kedungotok, Tembelang Jombang  untuk luasan lahan 1 hektar yang ditanam menggunakan benih MTani 400, menghasilkan panen 8,9 ton.

Selain sukses mendongkrak panen petani, MTani 400 dan M70 D juga termasuk dua jenis benih yang punya kekebalan tersendiri terhadap serangan hama. Itu terbukti dibeberapa hamparan lahan. Didesa Kedungotok, hampir  semua hamparan yang ditanami jenis benih vaeritas lain, tidak imun oleh hama, bahkan mayoritas padi jenis lain di serang hama.

MTani 400 dan M70D nyata tetap utuh .Tentunya hal ini sangat berbeda bila memakai benih padi yang lain. Lantaran prospeknya sangat baik, didukung kualitas benih yang the best, bagi petani yang telah menggunakan dua benih varietas MTani 400 dan M70D sudah merasakan hasilnya, DPP.HKTI Jatim  membumikan program penanaman benih unggul varietas MTani 400 M70D kepada petani, kelompok tani (Gapoktan) pemangku wilayah, bersama stakeholder   lainnya, di kabupaten, kota seluruh Jawa Timur.

Termasuk sosialisasi dilakukan di Ponpes di Bojonegoro Minggu siang tadi. Sosialisasi penggunaan teknologi baru varietas MTani 400 dan M70D di Bojonegoro, dihadiri secara langsung Panglima Tani, Ketum DPN.HKTI  Jendral Moledoko, Wakil Ketua DPP HKTI Jatim, Eko Puguh,  Ketua DPRD Bojonegoro,  Ny. Mitro Atin,  PANGLIMA TANI NUSANTARA,  KH Tamam pengasuh ponpes dan Brigjend Pol Suyanto Tarah ,Penasehat DPD HKTI Kab. Bojonegoro.

Keberhasilan pembangunan sector pertanian, tentunya tidak hanya sekedar mampu meningkatkan produksi pertanian. Tapi pembangunan sector pertanian harus pula tetap memperhatikan lingkungan, beserta ekosistemnya.  Sehingga kerusakan lingkungan dapat diminimalisir, antara lain dengan mengurangi pupuk pestisida. Nach terkait recovery pertanian ini, HKTI hadir ditengah masyarakat petani,  memperkenalkan teknologi baru  dengan metode tani ala Moeldoko.

“ Pak Moeldoko hadir, pertama berjuang bersama petani meningkatkan hasil panen gabah petani, dengan menggunakan dua varietas padi.  Pemuliaan tanah guna mengembalikan HARA TANAH 2. Perbaikan sistem pengairan / irigasi 3. Pemilihan bibit  varietas unggul ( M70D / M400), penggunaan pupuk organik dan pendampingan petani oleh PPL dari M Tani,” ujar Warsito.(hery)

 

Leave a Reply


*