Bike to Stage Jadikan Gaya Hidup Endah n Resha

Surabaya, KabarGRESS.com – Sepeda yang awalnya digunakan sebagai alat transportasi kini bergeser menjadi sebuah gaya hidup/lifestyle. Hal ini telah diakui oleh pasangan band lndie “Endah n Rhesa” duo musisi independen dari Pamulang Tangerang Selatan. yang memulai karir bermusik sejak 2004. Endah mengakui bahwa untuk mengurangi kemacetan di Jakarta kami mencoba formula baru yang untuk mengurangi rasa kebosanan dan menemukan semangat baru dalam bermusik. Kami sudah mulai bersepeda sejak empat bulan lalu, saat manggung di Jabodetabek kami selalu menggunakan sepeda sebagai alat transportasi kami.

Bersepeda juga adalah kenangan masa kecil yang manis bagi kami, Lalu keinginan tersebut muncul kembali di tengah kami menjalani profesi sebagai musisi independen. Saat ini, kami akan bersepeda cukup jauh dari rumah kami dan rute yang biasa kami lalui. Rute pertama bersepeda dari kota Semarang – Salatiga – Solo – Yogyakarta (24-28 Juli 2017). Kemudian dilanjutkan rute kedua di Kota Malang dan Surabaya (7 Agustus 9 Agustus 2017).

“Dalam event Endah n Rhesa Indie Ride ini Rodalink telah mensupport segala kebutuhan bersepeda Endah n Rhesa dan team, mulai dari sepeda, aksesoris, dan apparel. Jenis sepeda yang digunakan oleh earteam (sebutan Endah n Rhesa dan team) telah disesuaikan dengan kebutuhan. Endah menggunakan sepeda jenis road bike karena Endah memang menyukai sepeda jenis road bike dan Rhesa menggunakan sepeda Gravel,” ucap lndah Handayani, Marketing Communications Rodalink Indonesia.

“Aku memang senang banget menggunakan road bike, karena selain sesuai dengan medan yang akan digunakan pengguna road bike wanita di Indonesia ini memang masih sangat sedikit rata-rata banyak yang menggunakan sepeda jenis MTB, telah berhasil memalui rute pertama Semarang-SeIatiga-Solo-Jogja-Malang dan sekarang sudah tiba di Surabaya sungguh pengalaman yang tak terlupakan karena dari semua rute yang akan kami lalui rute Semarang menuju Salatiga cukup menanjak hingga memakan waktu 6,5 jam perjalanan karena beberapa titik elevasi yang memaksa berkendara dengan kecepatan 3-6 km/jam. Namun lelah terbayarkan saat mencapai kota Salatiga dengan udara segar dan pemandangan indahnya,” ujar Endah.

Untuk sepeda Rhesa menggunakan sepeda gravel yang hadir pertama di Indonesia, dirancang untuk kegiatan bersepeda yang nyaman untuk melewati jalanan di hutan, berkerikil dan jalan raya. Sepeda yang dirancang untuk petualang dengan kenyamanan di segala medan yang dapat manjadi alternatif dan berbeda dari sebuah road bike. “Saat memilih sebuah sepeda yang pertama perlu diketahui ialah menentukan jenis sepeda apa yang diinginkan MTB, Road Bike, BMX. Touring atau hanya sepeda urban, kemudian ukuran sepeda Ma perlu diperhatikan karena ini juga berpengaruh dengan kanyamanan bersepeda. Di Rodalink kami menyadiakan bike fitting agar setiap konsuman yang ingin membeli mendapatkan pilihan yang pas sesuai dengan kebutuhannya,” ujar lndah Handayani.

Penentuan apparel dan aksesoris sebagai penunjang kelengkapan bersepeda juga berpengaruh berdasarkan jenis sepeda yang digunakan. Endah n Rhesa, mereka menggunakan helm Kabuto yang menggunakan teknologi “MOFF” dengan nanoteknologi yang berfungsi untuk menghilangkan bau 10x lebih cepat dan 100x lebih kuat dari activated carbon dan Coolmax cocok untuk perjalanan panjang, Sarung tangan half finger, menggunakan sepatu Shimano yang dilengkapi dengan bantalan EVA untuk manyerap getaran. Perlengkapan lainnya seperti Saddle Bag Topeak Aero Strap untuk menyimpan berang-barang seperti handphone, dompet dan lain-lain yang dilengkapi dengan strap oocok digunakan di semua saddle.

Membawa botol minum saat bersepeda salah satu perlengkapan wajib untuk pesepeda menggunakan botol minum Camelbak sangat memudahkan Endah n Rhesa dan team saat bersepeda dilengkapi dengan fitur Jet Valve memudahkan minum tanpa harus membuka dan menutup botol terlebih dahulu. Untuk mengetahui berapa jarak dan kecepatan yang ditempuh dalam setiap perjalanan Endah n Rhesa menggunakan Cat Eye Strada Digital Wireless dilengkapi dengan mur untuk mengukur detak jatung. Selalu membawa pompa untuk keamanan di perjalanan juga penting, membawa pompa mini Entity diletakkan di seat tube. Untuk membersihkan sepeda setelah digunakan menggunakan Finish Line Super Bike Wash tanpa perlu menggunakan air hanya menyemprotkan cairan tersebut dan dibilas dengan mikrofiber.

Outlet Rodalink ada di setiap kota yang Endah n Rhesa singgahi, Semarang-Salatiga Solo-Jogja-Malang dan Surabaya. Dengan mengangkat konsep Bike to Stage yang diangkat oleh Endah n Rhesa sebelum manggung mereka bersepeda start dari Rodalink bersepeda dengan kurang lebih 50 orang dari komunitas, konsumen dan fans menuju ke stage untuk berbagi cerita sharing mengenai perjalanan bersepeda (Indie Ride Endah n Rhesa a passion of Journey), Sharing mengenai 101 Management Music Tips, Hari ini (9/8) menjadi perjalanan terakhir dari Indie Ride Endah n Rhesa, mereka akan bersepeda dari Rodalink Waru menuju stage di Surabaya North Quay. (ro)

Leave a Reply


*