Berbagi Pengetahuan dan Keterampilan, Samsung Sebarkan Aspirasi Global untukAnak Indonesia

Jakarta, 09 Agustus 2017, KabarGRESS.com – Melanjutkan komitmen untuk berkontribusi meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di seluruh dunia, 30 relawan karyawan dari Samsung Electronics Co. Ltd, datang ke Indonesia dalam rangka Employee Volunteer Program (EVP). EVP adalah aksi social dari karyawan Samsung, dimana para peserta berkesempatan untuk mengikuti misi relawan selama seminggu kenegara lain untuk berbagi talenta mereka di berbagai tempat, dengan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing area. Tahun ini, aksi EVP kembali dilakukan di Indonesia, namun kali ini para relawan membangun fasilitas kelas Information & Technology (IT)serta memberikan serangkaian pelatihan untuk guru dan murid di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), 1 kota Bekasi.

“EVP lahir dari upaya perusahaan dalam memanfaatkan talenta tenaga kerjanya untuk kemajuan masyarakat, dan sejak diluncurkan tahun 2010, sudah ada 1,300 karyawan yang berpartisipasi dan mengunjungi hingga 35 negara, termasuk Indonesia, tahun lalu. Kami kembali mengunjungi Indonesia, karena kami ingin membawa produk dan keahlian kami untuk kemajuan anak Indonesi, khususnya mengembangkan keahlian mereka dalam menggunakan teknologi yang dapat membuka berbagai kesempatan baru untuk meraih masa depan lebih baik. Setelah tahun lalu kami bekerjasama dengan MAN 2, kota Bekasi, kini kami bekerjasama dengan MAN 1, kota Bekasi, karena kami ingin memajukan pendidikan di sekitar di mana pabrik Samsung Electronics Indonesia beroperasi, secara berkesinambungan,” jelas Jaeran Song, Corporate Social Contribution Office Manager, Samsung Electronics Co. Ltd

Fasilitas ruang kelas yang direnovasi menjadi kelas IT tersebut dilengkapi dengan satu unit Samsung Interactive White Board, papan tulis interaktif 65 inchi dengan layar sentuh, satu unit home theater yang terkoneksi dengan papan tulis, dua unit pendingin ruangan, 44 laptop, dan 40 buah meja dan kursi. Selain kelas IT, dalam program EVP, para relawan juga memberikan kelas-kelas pelatihan untuk siswa maupun untuk guru.

“Ketiga puluh relawan kami di program ini memfasilitasi enam kelas pelatihan. Yang pertama untuk siswa, adalah kelas pelatihan dasar Microsoft Excel, kelas internet marketing, kelas perakitan smartphone agar siswa semakin terampil memperbaiki smartphone, serta kelas science engineering, dimana para siswa melakukan serangkaian percobaan ilmu pengetahuan, seperti membuat replica gunung meletus. Kelas ini berlangsung selama empat hari. Yang kedua untuk para pengajar, kami memberikan pelatihan mendalam dalam mengoptimalkan Microsoft Excel yang berlangsung dua hari. Semua siswa maupun guru peserta pelatihan mendapatkan sertifikat di akhir pelatihan, dan kami yakin pengetahuan dan sertifikat yang kami berikan akan menambah kepercayaan diri dan membuka peluang baru bagi mereka di duniakerja. Kami berharap keterampilan yang sudah mereka miliki dari kami dapat dibagikan kepada adik-adik kelas dan murid-murid di tahun berikutnya,” terang Park Keonwoo, Group Leader EVP 2017.

Di kelas perbaikan smartphone para relawan membekali siswa-siswi dengan pemahaman mengenai system seluler, struktur dan fungsi komponen, hingga langkah-langkah trouble shooting.Setiap sesi kelas diakhiri dengan praktik seperti uji coba menggunakan Samsung Gear VR, serta menyusun dan membongkar Samsung Galaxy J7. Di kelas Online Marketing, siswa-siswi mempelajari lebih dalam tentang ilmu-ilmu online marketing dengan memaksimalkan sosial media, seperti Facebook dan Instagram, langsung dari para relawan yang memang praktisi di bidang marketing. Di kelas ini, para peserta belajar menggunakan Gear 360, untuk membuat profil sosial media mereka menjadi lebih menarik.

Total 200 peserta yang terdiri dari murid dan guru mengikuti kelas-kelas pelatihan tersebut. “Para guru maupun siswa-siswi kami sangat bersemangat mengikuti program-program pelatihan dari teman-teman relawan Samsung. Kami sangat senang mendapatkan kesempatan menjadi sekolah yang dikunjungi dan menerima bantuan ini. Fasilitas perangkat laptop atau komputer yang sangat dibutuhkan anak-anak saat menjalani ujian nasional, oleh karena itu bantuan ini sangat tepat sasaran dan benar-benar bisa bermanfaat bagi siswa-siswi kami,” tutur Drs. H. Badru Tamam, M.Pd., Kepala Sekolah MAN 1, Kota Bekasi.

Bekerjasama dengan LSM lokal di negara-negara sasaran, Samsung melalui EVP melakukan program-program untuk memenuhi kebutuhan terbesar masyarakat setempat. Di 29 negara, para relawan membangun ruang kelas IT yang dilengkapi dengan PC, monitor dan perangkat pendidikan digital lainnya, serta menyediakan program pendidikan dasar untuk siswa. Program-program yang dilakukan para relawan dalam EVP telah membantu lebih dari 8.000 orang di berbagai Negara selain Indonesia, seperti Ethiopia, Republik Kongo, Zambia, Vietnam dan Kambodia. Sebagian besar peserta yang menjadi relawan merasa EVP merupakan kesempatan nyata untuk meningkatkan komitmen mereka untuk melayani orang lain. Melihat bahwa apa yang mereka lakukan dapat memberikan manfaat secara nyata bagi orang lain, membuat para karyawan relawan semakin semangat melanjutkan program ini dan menyentuh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. (ro)

Leave a Reply


*