Berbagai Manfaat Masyarakat Lokasi COP International UK Petra

Mojokerto, KabarGRESS.com – Masyarakat yang ditempati Community Outreach Program (COP) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, merasakan banyak manfaat. Program tahunan itu sendiri berlangsung selama 3 minggu, dimana para mahasiswa membaur dengan masyarakat lewat program kerja nyata, baik berwujud fisik maupun non fisik.

Kepala Desa Gumeng, Kec. Gondang, Kab. Mojokerto, Sri Wahyuni, mengatakan tahun ini adalah tahun yang ketiga desanya menjadi lokasi Community Outreach Program (COP) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya. “Banyak kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat kami, misalnya pembangunan saluran air bersih, pengadaan wifi gratis, dan lainnya. Sebelumnya kalau ingin ke warnet harus menempuh jarak 10 km,” terangnya.

Yang lebih membahagiakan masyarakat dengan hadirnya mahasiswa asing dari berbagai negara tersebut. “Meski terkendala komunikasi bahasa tetapi mereka sangat akrab dengan masyarakat karena komunikasinya lewat hati,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Begagan Limo, Darto Utamo, mengatakan desanya baru pertama kali menjadi tujuan COP Internasional UK Petra. “Dari kegiatan ini, ada pembangunan fisik dan sosial yang diberikan kepada warga. Seperti membuat toilet umum, perbaikan PAUD, green house dan sosialnya seperti mengajar di PAUD dan SD serta pendekatan ke masyarakat,” jelasnya.

Sehingga pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut karena hal tersebut juga menjadi kesempatan baik. Karena, lanjut Kades, pihaknya akan launching wisata sehingga dengan kegiatan tersebut menjadi promosi gratis. Pihaknyapun berharap, tahun depan bisa kembali mendapatkan program pembangunan dari COP Internasional UK Petra.

“Harapannya dapat lagi tahun dengan dan jumlah mahasiswanya tambah banyak karena masyarakat senang bisa berinteraksi baik dengan mahasiswa UK Petra sendiri maupun mahasiswa asing. Karena mereka juga tinggal dengan warga langsung, ada 20 mahasiswa disini sehingga dibagi dua untuk masing-masing dusun. Karena ada dua dusun disini,” urainya.

Menurutnya, Desa Begagan Limo merupakan desa paling selatan atau dua kilometer dari desa terdekat memiliki banyak potensi wisata. Mulai dari wisata alam yakni pohon akar seribu yang usianya sudah ratusan tahun, air terjun dan peninggalan sejarah Kerajaan Singosari dan Majapahit. Jumlah penduduk Desa Begagan Lima ada 600 jiwa.

Dosen pembimbing lapangan UK Petra, Resmana Liem, menjelaskan program COP International UK Petra tahun 2017 ini merupakan kegiatan ke 21 yang telah terlaksana. “Sebelumnya di Magetan, Kediri dan kali ini kita pindah ke Kabupaten Mojokerto. Mojokerto merupakan tahun ketiga. Banyak hal yang bisa dibangun disini, jika singkat belum bisa melihat hasilnya,” ujarnya.

Seperti pembangunan fisik, yakni pipanisasi, internet, sanitasi. Harapannya dengan perbaikan dan pembangunan tersebut, masyarakat dapat mendapatkan hak-haknya yang sesuai seperti pendidikan dan kebutuhan air sehari-hari karena tidak adanya saluran air yang mengalir ke rumah warga, tidak jarang mereka kesulitan air bersih.

“Sejak adanya pipanisasi, warga mulai mempunyai MCK sendiri di rumah dan benar, ini membawa dampak bagus buat sanitasi yang ada disini. Mahasiswa bisa belajar dengan masyarakat, masyarakat juga bisa belajar dengan mahasiswa. Seperti belajar memanfaatkan internet, ibu-ibu bisa mencari resep masakan di internet,” urainya.

Pan Peixiao, peserta COP International dari China, seperti peserta dari negara lain tampak senang dan ceria setiap berkegiatan. “Saya senang sekali, masyarakat ramah-ramah dan jam kerja fleksibel,” katanya.

Pada awal adaptasi memang ada perbedaan kebiasaan khususnya buang air besar (BAB) karena dirinya kebiasaan WC duduk sedangkan disini dengan berjongkok. “Lama-lama bisa mengikuti juga kebiasaan disini, tidak masalah,” timpalnya tersenyum lebar. (ro)

Leave a Reply


*