PAKDE KARWO BERHARAP PARA WALIKOTA KOMIT LAKSANAKAN HASIL RAKERNAS KE -XII APEKSI

Malang , KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengharapkan seluruh walikota se-Indonesia komit melaksanakan hasil Rapat Kerja Nasional/Rakernas ke-XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

“Saya mengucapkan selamat dan semoga semua hasil keputusan bisa dilaksanakan dengan baik oleh seluruh walikota yang hadir dan menjadi anggota APEKSI” terang Pakde Karwo- sapaan akrab Gubernur Jatim saat penutupan Rakernas ke-XII APEKSI di Hotel Savana, Malang, Kamis (20/7).

Pakde Karwo juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rakernas APEKSI di Jatim, karena terbukti mampu memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Dengan berlangsungnya kegiatan tersebut, maka masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung khususnya di industri kuliner. Menurutnya, keuntungan industri kuliner bisa memberi manfaat langsung pada masyarakat, karena tidak melalui pajak.

“Kota-kota di Jatim memiliki banyak keragaman dan keunggulan masing-masing, karenanya saya menyarankan setiap ada rapat APEKSI dilakukan disini saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga mengutip semboyan bhineka tunggal ika yang aslinya berasal dari Kerajaan Mojopahit di Jatim, sehingga secara tidak langsung Jatim merupakan tempat untuk belajar tentang Pancasila. Selain itu, program pembangunan di Jatim menganut prinsip mengorangkan orang atau partisipatoris, serta menghargai berbagai perbedaan yang ada.

“Usai acara ini jangan langsung pulang ke daerah asal, karena banyak destinasi wisata yang patut dikunjungi di Jatim,” harap Pakde Karwo.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo menyampaikan terimakasih kepada Presiden RI Joko Widodo atas diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

“Penerbitan Perppu itu merupakan langkah konkrit yang ditempuh pemerintah pusat. Saat ini kita bisa dengan mudah membedakan mana lawan atau kawan sesuai ketentuan yang ada,” tandas dia

PRESIDEN JOKOWI MINTA WALIKOTA TANGGAP PERUBAHAN

Pada kesempatan sama, Presiden RI Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi mengingatkan para walikota anggota APEKSI untuk tanggap menyikasi cepatnya perubahan. Hal ini penting dilakukan, sebab jika tidak segera diantisipasi maka akan ditinggal oleh kemajuan negara-negara lain.

“Saat ini perubahan terjadi begitu cepatnya, dan akan sangat berbahaya jika para pemimpin daerah tidak menyadari akan hal ini. Tindak lanjut perlu segera dibuat agar kita tidak hanya terjebak pada rutinitas dan hal yang monoton,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menjelaskan, dulu saat orang baru belajar internet belum selesi sudah muncul mobile internet, bahkan sekarang sudah muncul teknologi artificial intelegent. Oleh sebab itu jika ingin memenangkan pertandingan suatu kota atau harus mampu mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi.

Disamping itu, setiap daerah atau kota harus menerapkan tiga strategi yakni terus berinovasi, kreatifitas, dan mengembangkan enterpreneurship.

“Lima tahun lagi generasi Y akan mulai masuk pasar dan mendrive perubahan, karenanya anak-anak kita harus disiapkan menghadapi itu jika tidak ingin ketinggalan. Saya yakin para walikota sejak saat ini sudah memikirkan langkah-langkah kedepan,” terangnya.
Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan pentingnya diferensiasi kota.

Dicontohkan Kota Bali harus beda dengan Kota Balikpapan, Kota Makassar, atau kota-kota lainnya. Karenanya setiap kota di Indonesia harus mulai menyiapkan perkembangan kotanya untuk 10 tahun kedepan. Menurutnya, kota-kota di Indonesia memiliki kemampuan, namun tidak pernah diurusi karena terjebak pada rutinitas.

“Saya tahu rancangan tersebut tidak akan selesai dalam waktu lima tahun, tapi dalam waktu sepuluh tahun kepala daerah harus memastikan bisa terwujud,” ujarnya.

Di akhir, Presiden Jokowi menegaskan, untuk mendukung program diferensiasi kota maka anggaran harus fokus. Dari total anggaran pembangunan yang ada 60 persennya harus digunakan untuk kegiatan prioritas. “Seperti APBN yang sekarang saya fokuskan untuk pembangunan infrastruktur karena sangat dibutuhkan oleh semua pihak. Percayalah jika kita fokus maka akan lebih menghasilkan dan lebih mudah pengawasan dan kontrolnya,” pungkasnya. (hery)

Leave a Reply


*