AKHMAD ZAINI , SH , MH , BERIKAN SEMBAKO WARGA KURANG MAMPU

Bangkalan, KabarGress.com – Kemiskinan yang masih menjadi persoalan dikabupaten Bangkalan , mengundang empati Bakal Calon Bupati Bangkalan Akhmad Zaini , SH, MH untuk berbagi.

Upaya yang dilakukan untuk sendikit membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu , Akhmad Zaini, dibantu komunitas Kanca Akhmad Zaini, dan pemuda desa melaksanakan kegiatan sosial, membantu menyalurkan bahan kebutuhan pokok ( beras, gula, minyak goreng) kepada warga kurang mampu dikecamatan Labang, Bangkalan.

” Kita mengadakan program peduli kepada masyarakat fakir miskin di Kabupaten Bangkalan. Semoga yang kita berikan ini sedikit dapat membantu saudara – saudara kita di Labang ini ,” aku Akhmad Zaini.

Menurut Akhmad Zaini, Kabupaten Bangkalan sebagai salah satu Kabupaten termiskin Jawa Timur masih terdapat banyak kantong – kantong kemiskininan. ” Ada saudara – saudara kita yang tidak bisa makan setiap harinya dan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk itu sebagai putra daerah saya bersama Kanca Akhmad Zaini sangat peduli terhadap masalah kemiskinan ini. Langkah yang bisa kami lakukan untuk meringankan beban mereka dengan memberikan sembako ,” kata Akhmad Zaini, terharu.

” Semoga bantuan yang sangat sederhana mudah – mudahan bisa membantu kehidupan mereka untuk satu minggu kedepan ,” tutur bakal Calon Bupati Bangkalan yang mendaftar lewat Partai Hanura ini akrab disapa.

Akhmad Zaini karena kesibukan yang tidak bisa ditinggal , mengaku tidak bisa ikut Aksi berbagi sembako di wilayah kecamatan Labang . Meski begitu Akhmad Zaini tetap berpesan pada tim Kanca Akhmad Zaini yang ditugaskan , agar sembako diberikan benar – benar kepada yang berhak. Artinya sembako diberikan hanya kepada warga kurang mampu.

Nur Hasan Ketua tim Kanca Akhmad Zaini yang diamanahkan membagi paket sembako melaksanakan tugas sesuai amanah. Nur Hasan Cs, harus mendatangi setiap rumah dengan cara dor to dor untuk memberikan bantuan sembako.

Sementara jumlah sembako yang diberikan untuk satu desa sedikitnya 10 paket, namun jumlah itu menurut Nur Hasan masih bisa bertambah sesuai kuota warga miskin di desa bersangkutan. (hery)

 

Leave a Reply


*