30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Tentukan Cagub, Golkar Gandeng Tujuh Lembaga Survey

Surabaya, KabarGress.Com – Teka-teki calon gubernur (cagub) yang akan diusung oleh Partai Golkar dalam Pilgub Jatim 2018 sampai saat ini masih misterius. Partai berlambang beringin ini masih belum memutuskan calon dengan dalih masih menunggu konstelasi perkembangan politik di Jawa Timur. Selain itu, masih menunggu hasil beberpa lembaga survey yang ditunjuk golkar.

Hal itu yang disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Adies Kadir saat mengadakan buka puasa di kediamannya Kencanasari Timur Surabaya, Sabut (10/6/2017) malam. Anggota Komisi III DPR RI ini memastikan, Partai Golkar akan menentukan cagub paling lambat Januari 2018.

“DPP Partai Golkar belum menentukan, masih menunggu hasil survey,” terang mantan anggota DPRD Surabaya ini.

Adies mengungkapkan, ada tujuh lembaga survey yang ditunjuk oleh partainya. Kesemuanya merupakan lembaga survey top, empat diantaranya lembaga survey yang berpusat di Jakarta, tiga lembaga survey yang tak kalah besar yang berkantor di Jatim. Hasil lembaga survey ini nanti akan menjadi acuan partai golkar untuk mengusung cagub.

“Paling lambat enam bulan sebelum pilihan, jadi paling lambat Januari, bisa juga sebelum Januari partai Golkar sudah menentukan,” ungkapnya.

Dari beberapa nama yang santer diberitakan maju sebagai calon gubernur, tiga nama sudah masuk radar, yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Khofifah Indar Parawansa (KIP), dan Tri Rismaharini (Risma). Ketiga nama ini yang digodok dalam survey yang diadakan oleh partai Golkar.

“Ini (tiga nama) yang digodok, dari hasil survey yang masuk dalam andidiat kuat. Dari tiga ini satu nanti yang diusung sebagai cagub,” ujarnya.

Adies mengharapkan, calon wakil gubernur (cawagub) yang akan mendampingi salah satu dari tiga nama itu berasal dari kader Partai Golkar. Beberapa nama sudah muncul dan dipersiapkan sebagai cawagub, yaitu Ridwan Hisyam, Gatot Sujito, Sambari, dan Adies Kadir.

Partai Golkar sampai saat ini juga masih meraba-raba rencana koalisi. Adies mengaku masih menunggu hasil survey dan masukan dari DPD Partai Golkar Jatim. “Kalau di pusat dengan partai apapun kita komunikasi dengan baik, tetapi di Jatim kami masih nunggu masukan dari DPD, jadi ini koalisi masih cair,” urai Adies.

Disinggung soal adanya isu calon tunggal dalam Pilgub Jatim 2018, Adies mengaku tidak menginginkan adanya calon tunggal. Meski begitu, saat partai Golkar memutuskan mendukung calon tunggal, maka sebagai kader yang setia terhadap partai tidak akan bisa menolak keputusan partai.

Terpisah, Ketua DPC Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong (MKGR) Surabaya Arif Fathoni mengakui, dari empat nama kader Partai Golkar yang muncul, Adies Kadir yang paling layak menjadi cawagub. Hal itu karena prestasi politik pria yang akrab dengan sebutan AK itu cukup mentereng.

“Jadi dia sudah teruji, dari DPRD menjadi DPR RI, dalam konteks pengkaderan di bidang politik berhasil karena dari buttom up (bawah ke atas). Jarang ada kader punya capain begitu. Sudah ada capaian begitu, menrut saya layak dimajukan,” terangnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini memandang, posisi cawagub harus dari internal Partai Golkar. Namun begitu, kewenangan memutuskan cagub-cawagub ada di DPP Partai Golkar. Sebagai kader, Toni, sapaannya, mendoakan agar Adies Kadir mendapat rekomendasi dari DPP. (tur)