Aplikasi Media Sosial, Yogrt, Usung Kampanye “Yogrt Pesta’in Sekampung” Rayakan Tradisi Halal Bi Halal untuk 5.000 Orang*

Diluncurkan sejak 2014, Yogrt telah diunduh oleh 6 juta pengguna

Jakarta, 1 Juni 2017, KabarGRESS.com – Aplikasi media sosial berbasis lokasi, Yogrt, meluncurkan kampanye bertajuk “Yogrt Pesta’in Sekampung” sebagai ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk terhubung kembali dengan orang-orang sekitar, saling berkomunikasi, dan melanjutkan tradisi dengan semangat saling berbagi, berbuat baik, dan bermaaf-maafan – salah satunya halal bi halal. “Yogrt Pesta’in Sekampung” merupakan jenis kampanye pertama yang mendorong pengguna aplikasi menjadi Pahlawan Kampung-nya dan pulang ke daerah asal sebagai tuan rumah untuk merayakan halal bi halal di kampung asal mereka, yang mampu mengakomodir hingga 5.000 orang*.

“Masyarakat Indonesia menganut kolektivisme yang lebih mengedepankan kelompok sehingga memiliki kecenderungan untuk menjadi bagian dari sebuah komunitas. Sebagai aplikasi media sosial yang dikembangkan khusus untuk Indonesia, Yogrt sangat memahami kondisi tersebut, termasuk kultur dan tradisi yang berlaku. Karenanya, kampanye ’Yogrt Pesta’in Sekampung’ ini kami gagas untuk merayakan salah satu momen besar di Indonesia, yakni Hari Raya Idul Fitri dan budaya halal bi halal. Juga, memfasilitasi kebutuhan individu untuk berkontribusi ke daerah asal mereka dan terus menjadi bagian positif dari masyarakat,” papar Jason Lim, Co-founder Yogrt. Kampanye berlangsung selama periode 29 Mei hingga 25 Juni 2017.

Diluncurkan pada 2014 lalu, berbeda dengan media sosial lainnya, Yogrt, memberi kesegaran baru yang memungkinkan penggunanya untuk dapat dilihat, didengar dan saling terhubung tanpa bergantung pada popularitas. Yogrt mengedepankan kesetaraan – pengguna tidak harus mem-follow akun tertentu untuk mendapatkan update. Menghadirkan kemudahan untuk bersosialisasi dan membangun komunitas, aplikasi ini telah diunduh 6 juta orang di seluruh Indonesia.

Krusialnya peran media sosial sebagai platform komunikasi masa kini dipaparkan psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPED. Menurutnya, “Manusia tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan bersosialisasi dengan sesama. Lebih jauh, sederhana kok, mereka melakukannya untuk bahagia. Tak bisa dipungkiri perkembangan teknologi dan digitalisasi berpengaruh pada pergeseran cara individu berhubungan dengan orang lain – yakni beralih ke media sosial. Hal ini bukan masalah, asalkan platform tersebut bisa mewadahi kebutuhan mereka dalam bersosialiasi untuk kemudian mendapatkan kebahagiaan.”
_________________________________________________________________________
* detail tentang skala penyelenggaraan “Yogrt Pesta’in Sekampung” serta Syarat & Ketentuan tertera dalam Lembar Fakta

Lebih lanjut Rosdiana menambahkan, adanya konsep psikologi The Three A’s of Happiness yang menjelaskan tiga kebutuhan dasar untuk mencapai kebahagiaan, yaitu 1) Acceptance – penerimaan, 2) Affection – kasih sayang, dan 3) Achievement – pencapaian. “Kebutuhan penerimaan menjawab eksistensi hidup seseorang di dunia – atau skala lebih kecilnya, dalam sebuah kelompok. Sementara, kebutuhan kasih sayang menjawab perasaan untuk dihargai. Terakhir, kebutuhan pencapaian menjawab keinginan untuk berkontribusi atau bermanfaat bagi orang lain. Media sosial berupaya menawarkan semua itu. Meski demikian, perlu diingat, khususnya bagi masyarakat Indonesia, media sosial juga harus mengakomodasi keterikatan mereka yang sangat kuat dengan tradisi,” terusnya.

Inisiasi Yogrt menghadirkan kampanye “Yogrt Pesta’in Sekampung” menjadi salah satu upaya merealisasikan kebutuhan-kebutuhan di atas melalui media sosial. Selama periode kampanye, para pengguna diajak berbagi cerita menarik melalui aplikasi Yogrt – tentang mengapa kampung mereka berhak menjadi tempat penyelenggaraan halal bi halal sekampung yang disponsori sepenuhnya oleh Yogrt. Kisah bisa berupa kenangan manis, keinginan untuk merayakan tradisi kebersamaan bersama kerabat terdekat di kampung halaman, atau sekedar mengungkapkan rasa rindu, cinta dan terima kasih kepada kampung halamannya. Lima partisipan dengan cerita menarik akan masuk ke babak final. Finalis dengan suara dukungan terbanyak akan menjadi Pahlawan Kampung dan tuan rumah untuk acara pesta halal bi halal yang dapat mengakomodir sampai dengan 5.000 orang* pada Juli mendatang.

Selebriti asal Sukabumi, Jawa Barat, Ananda Omesh, turut berbagi kisah, “Lebaran dan tradisi halal bi halal menjadi momen yang selalu saya nanti. Bukan hanya merayakan bersama keluarga, momen ini juga saya manfaatkan untuk kembali menjalin silaturahmi dengan orang-orang sekitar di kampung halaman. Karenanya saya sangat antusias dengan kampanye “Yogrt Pesta’in Sekampung” yang mentransformasikan sosialiasi dunia maya ke kegiatan tatap muka dengan tetap menjunjung tradisi khas Indonesia.”   (ro)

Leave a Reply


*