30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

IFC – Syngenta Latih Manajemen Keuangan Bagi 500 Retailer

Surabaya, KabarGRESS.comInternational finance Corporation (IFC), yaitu lembaga keuangan internasional, bersama Syngenta, perusahaan agrikultur terkemuka, merayakan peluncuran dari usaha bersama “Syngenta PartnerGrow Academy”, di Jawa Timur, Senin (22/5/2017).

Pada tahap pengenalan ini, 50 retailer mengikuti pelatihan “Syngenta PartnerGrow Academy”. Ditargetkan, dalam 5 tahun ke depan, bisa merangkul 500 retailer untuk ditingkatkan kualitasnya.

Program ini diluncurkan untuk pertama kalinya dengan retailer dari Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Tuban. PartnerGrow Academy memberikan pelatihan manajemen usaha kecil dan menengah (UKM) kepada retailer Syngenta yang tinggal di daerah pertanian, meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan penasihat. Kurikulum Akademi termasuk topik-topik seperti manajemen finansial, pelayanan pelanggan, dan strategi bisnis.

Inisiatif ini mendukung praktik pertanian yang lebih baik serta peningkatan ekonomi bagi petani kecil, selaras dengan inisiatif Syngenta untuk secara aktif menjangkau retailer dan petani mereka. Syngenta berencana untuk memulai kesuksesan program ini di Jawa Timur, dan membawa program PartnerGrow Academy ini kc skala nasional.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Parveen Kathuria, mengatakan, percaya bahwa peran petani sangar fundamental terhadap sektor pertanian Indonesia. “Kami menyelenggarakan Akademi bertujuan memberikan solusi sebaik mungkin kepada petani, memperbaiki lahan tani dan tingkat kehidupan mereka. Kami juga melihat Syngenta PartnerGrow Academy sebagai elemen kunci dalam strategi saat melayani pelanggan petani kami,” ujarnya.

IFC bertujuan mendukung sektor swasta sebagai sarana memajukan perkembangan ekonomi dan sosial. Dalam strategi yang diperbarui, IFC mengulang kembali komitmennya untuk mengembangkan pasar dan mendukung klien mencapai hasil bisnis dan pengembangan yang optimal. Memastikan informasi yang lebih baik dan ketersediaan agro-input untuk petani adalah komponen kunci dalam sektor agribisnis.

Kurikulum yang diterapkan dalam pelalihan IFC didapatkan melalui lebih dari 15 tahun pengalaman global dalam pelatihan manajemcn untuk usaha kecil dan menengah.

Sementara Country Manager IFC untuk Indonesia dan Malaysia, Azam Khan, menjelaskan, pembangunan kapasitas untuk beberapa pelaku dalam rantai suplai pertanian membantu mcmperbaiki fungsi pasar secara keseluruhan, mendukung petani dan bisnis kecil dan menengah untuk menghasilkan performa yang lebih baik.

Azam menegaskan akademi ini merupakan kontribusi panting dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup, menyediakan asistensi dan pelayanan untuk petani melalui jaringan distribusi, mengadakan kesempatan-kesempatan baru untuk kerjasama dengan para petani. “Hal ini memberikan informasi dan asistensi pada saat mereka paling membutuhkannya, saat mereka membeli produk dan mengaplikasikannya dalam pertanian mereka,” ungkapnya.

Akademi ini dibangun berdasarkan rekam jejak IFC dalam memberikan pelatihan bisnis kecil dan dukungan terhadap petani, untuk memastikan bahwa petani menerima solusi sebaik mungkin. (ro)