Perum Bulog Divre Jatim Launching Gerakan Stabilisasi Pangan

Surabaya, KabarGRESS.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, biasanya berbagai kebutuhan pangan mengalami kenaikan harga. Namun tahun ini masyarakat diharap tenang, tidak perlu terpengaruh situasi harga bahan di pasaran karena Perum Bulog mulai menggelar Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) serentak di 233 titik se Jatim.

“Gerakan semacam operasi pasar (OP) ini, yakni dengan menjual bahan-bahan pokok di bawah harga pasar, dilakukan secara serentak se-Indonesia. Di Jawa Timur sendiri menggelar tempat penjualan di 233 titik di 38 Subdivre se-Jatim,” ungkap Kadivre Bulog Jatim, Usep Karyana, dalam kegiatan Launching “Gerakan Stabilisasi Pangan” Perum BULOG Divisi Regional Jawa Timur, di Kantor Perum BULOG Divisi Regional Jawa Timur Jl. A.Yani 146-148 Surabaya, Rabu (17/5/2017).

Komoditas yang dijual diantaranya beras jenis medium dan premium, gula putih, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah dan bawang putih. “Tujuannya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Lebaran 2017. Dan GSP ini kami buka hari ini sampai 10 sesudah Lebaran,” kata Usep. “Harga komoditas di RPK lebih murah di banding harga di pasaran,” tambahnya.

Dikemukakan Usep, semua kebutuhan pokok di pasar-pasar masih stabil, kecuali bawang putih yang mengalami lonjakan tinggi, dari semula Rp30.000,-/kg hingga kini mencapai antara Rp55.000,-/kg sampai Rp60.000,-/kg.

Sebagai stabilitator harga, kata Usep, Bulog juga akan mengawal 11 komoditas kebutuhan pokok, termasuk bawang putih. Untuk bawang putih, Bulog Jatim siap mengelontor stoknya sebanyak 120 ribu ton melalui Rumah Pangan Kita (RPK) bentukan Bulog.

“Harga bawang putih itu kami patok sekitar Rp38.000,-/per kg,” kata Usep. Selain bawang putih, lanjutnya, harga gula di RPK sekitar Rp12.500,-/kg, bawang merah Rp22.000,-/kg, dan beras sekitar Rp53.000,-/5 kg.

Usep menambahkan, pihaknya berani menjual di bawah harga pasar selama itu juga karena stok pangan di Jatim dirasa lebih dari cukup. “Yakinkan bahwa stok di Jatim aman-aman saja. Stok beras yang dimiliki Bulog Jatim kini ada 500 ton lebih, cukup untuk selama setahun,” ujarnya.

Dikatakan, Gerakan Stabilisasi Pangan digelar hanya untuk menjaga stabilitas harga bahan baku. Untuk menggelar GSP ini pihaknya bekerjasama dengan berbagai institusi seperti PD Pasar, PGRI, dan kelurahan.

Usep yakin Gerakan Stabilisasi Pangan dengan menjual bahan-bahan pokok di bawah harga pasar ini bisa menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar tidak melebihi HET yang telah ditetapkan Pemerintah.

Mengenai bawang putih yang harganya berkisar Rp38.000/kg, menurut Usep saat ini perhitungan HET yang dilakukan memang masih berkisar di angka tersebut.

“Walaupun secara resmi tidak ada patokan dari pemerintah untuk HET bawang putih, namun perhitungan kami memang HET masih harus di kisaran Rp38.000/kg,” ujarnya.

Untuk gelar GSP ini Bulog Jatim menyiapkan stok gula 153 ribu ton, beras yang sudah dalam kemasan 5 kg mencapai 4 ribu ton hingga 5 ribu ton. ”Seluruhnya aman, tidak ada kekurangan,” tegasnya. (ro)

Teks foto:

– Kadivre Bulog Jatim, Usep Karyana.

– Rumah Pangan Kita (RPK) di Depan Kantor Bulog Divre Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, menyediakan bahan pokok dengan harga di bawah pasar.

Leave a Reply


*