Komisi D Minta Semua Pihak Berperan Aktif Demi Terwujudnya Pendidikan yang Merata

Surabaya, KabarGress.Com – Keinginan untuk mewujudkan pendidikan yang merata tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Kalangan dewan memandang, cita-cita besar pendidikan itu hanya bisa terwujud berdasarkan peran aktif dari semua pihak-pihak yang terkait.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana berpendapat, untuk mewujudkan pendidikan yang merata bergantung pada kesiapan semua pihak. Majunya pendidikan di Kota Pahlawan tidak bisa diserahkan semuanya ke dinas pendidikan. Semua pihak, termasuk masyarakat dan pihak swasta, juga harus ikut berperan. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya anak putus sekolah.

“Reformasi pendidikan itu bergantung pada kita-nya. Masyarakat harus siap bersinergi mewujudkan pendidikan yang merata. Termasuk bagaimana orang tua berperan dengan menyerahkan pendidikan pada guru dan sekolah dan tidak melakukan intervensi,” ujar Agustin.

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Tahun ini, Hardiknasi mengambil tema “Percepat Pendidikan Yang Merata dan Berkualitas”.

Wakil Ketua Komisi D, Junaedi mendorong agar perbaikan kulaitas dan mutu pendidikan dilakukan oleh setiap elemen yang terkait. Tujuannya untuk peningkatan kualitas prestasi siswa, kecerdasan, kesehatan hingga kualitas pengajar.

“Pokoknya bagaimana pendidikan anak Surabaya mencapai grade tertinggi di segala bidang,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Soal prestasi pendidikan di Kota Pahlawan tahun lalu yang sempat turun dari sebelumnya, Junaedi menyarankan pengajaran guru lebih ditingkatkan. Tidak hanya dari pihak sekolah, keluarga harus turut dalam membentuk siswa berprestasi. Sebab, kegiatan anak di luar sekolah lebih banyak menggunakan gadget.

“Setelah selesai dari sekolah, orang tua harus memantau anak selesai dari sekolah,” ujarnya.

Lebih jauh, Junaedi memandang, minat baca masyarakat Surabaya ternyata masih rendah. Buktinya, minimnya kunjungan warga ke taman bacaan yang ada di lingkungan RT/RW masing-masing

Junaedi berharap, dalam peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada Minggu (23/4), Pemerintah Kota Surabaya dapat mengoptimalisasi minat baca masyarakat melalui gerakan minat baca. Hal itu penting untuk memprkaya wawasan intelektual warganya.

“Jangan sampai penyediaan taman bacaan dan buku-buku yang diberikan pemerintah kota mubazir,” katanya.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku khawatir, apabila minat baca masyarakat rendah, kualitas SDM juga ikut menurun. Padahal, selain perpustakaan yang ditempatkan di balai RT/RW, PAUD maupun TK, pemerintah kota juga memberikan fasilitas perpustakaan keliling.

“Jalau gak dimanfaatkan kan sia-sia,” paparnya

Junaedi belum mengetahui pasti penyebab masyarakat kurang tertarik mengunjungi taman bacaan maupun perpustaaan yang disediakan pemerintah kota. Apabila buku yang disediakan kurang menarik, pemerintah kota bisa menjalin kerjasama dengan penerbit atau pihak ketiga untuk mensuplay buku-buku yang bagus dan menarik.

“Atau bisa juga buku yang ada dirolling antar kecamatan dan sebagainya,” tegasnya.

Ia menengarai, keengganan masyarakat mengunjungi taman bacaan bisa jadi dipengaruhi oleh perkembangan tehnologi, diantaranya dengan adanya gadget dan sebagainya. “Sekarang, baca informasi bisa lewat gadget,” tuturnya

Namun demikian, menurut Junaedi, membaca buku dapat meningkatkan intelektual daripada melalui perangkat lain seperti gadget. “Di sekolah sudah ada program membaca, biasanya sebelum jam pelajaran dimulai. Nah, tinggal di RT dan RW,” katanya.

Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya diharapkan dapat menggerakkan minat baca masyarakat, diantarannya dengan menggelar lomba baca di lingkungan masyarakat. Adanya even yang menggugah semangat membaca sangat penting untuk meningkatkan kesadaran literasi masyarakat kota pahlawan.

Pada saat upacara Hardiknas di Taman Surya Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan motivasi kepada siswa-siswi di Surabaya tentang pentingnya memiliki tekad kuat dan juga badan yang sehat. Hal itu penting agar tidak mudah menyerah ataupun sakit dalam mengejar cita-cita yang diinginkan.

“Anak-anakku, kalian harus tangguh dan kuat karena kalian cucu-cucu pahlawan. Jangan buang waktu sia-sia karena masa depan sudah menunggu,” katanya.

Risma juga membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk peringatan Hardiknas 2017. Beberapa poin penting dari pidato Mendikbud, pemerintah mengajak semua stake holder bangsa untuk mempercepat terwujudnya pendidikan yang merata dan berkualitas sesuai tema Hardiknas tahun ini.

Para pihak terkait diajak untuk meneladani pemikiran Ki Hajar Dewantara. Salah satunya perihal tiga pusat pendidikan yakni keluarga, sekolah, masyarakat harus saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Serta, tentang reformasi pendidikan nasional yang berfokus pada pendidikan karakter yang kuat dimulai dari dasar. (adv/tur)

Teks foto: Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana.

Leave a Reply


*