30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Seni Tradisi Harus Dikemas dengan Kondisi Kekinian

Kediri , KabarGress.com – Seni tradisi harus dikemas dengan kondisi kekinian atau mengikuti situasi saat ini. Kemasan tersebut dibuat agar seni tradisi menjadi lebih menarik dan digemari masyarakat.

“Seni tradisi agak sedikit terpinggirkan kalau tidak disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini. Untuk itu perlu kita kemas sesuai perkembangan jaman,” ujar Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Workshop Seni Tradisi di Insumo Palace dan Resort Kota Kediri, Selasa (9/5/2017).

Menurutnya, kemasan seni tradisi harus mengikuti perkembangan kekinian sebab perkembangan globalisasi dan budaya pop tumbuh semakin pesat. Meskipun demikian, seni tradisi ini juga harus tetap mempertahankan filosofi, alur cerita, dan nilai-nilai luhur yang bisa diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kita menampilkan kesenian-kesenian yang tidak hanya sebagai tontonan tetapi di dalamnya juga ada tuntunan. Revitalisasi, perkuat kembali seni tradisi sebagai ciri khas masyarakat. Kita kemas sedemikian rupa sesuai kondisi hari ini,” kata Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim.

Dicontohkannya, Bupati Banyuwangi telah melakukan inovasi pada Tari Gandrung baik dari segi pakaian, durasi, hingga penampilannya menjadi lebih menarik bagi masyarakat.

Gus Ipul berharap lebih banyak event seni tradisi yang dilakukan untuk mengangkat dan menjadi lebih dikenal lagi oleh masyarakat. Untuk itu, pemerintah ikut mendorong seni tradisi, begitu juga masyarakat untuk ikut menikmati seni tradisi.

“Kita angkat dan rekomendasikan seni tradisi sehingga masyarakat bisa ikut menikmati. Selain itu, pemerintah ikut mendorong masyarakat agar tidak gengsi menggunakan produk dalam negeri dan tidak gengsi melihat seni tradisi,” tuturnya.

Seni Tradisi Sebagai Modal Pembangunan

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menjelaskan, pemerintah menjadikan seni tradisi sebagai modal pembangunan. Sebab para seniman mempunyai peran penting dalam pembangunan.

“Kita menyadari, seniman mempunyai peran dalam pembangunan. Seniman adalah orang-orang yang memiliki fokus kesenian, utk menciptakan karya-karya yang bisa dinikmati masyarakat.

Dikatakan, seni tradisi sebagai modal pembangunan, sebab di dalamnya terdapat pendidikan yang sangat penting bagi masyarakat seperti menghormati orang tua, merawat alam, bahkan saling menghargai dan mencintai sesama manusia. “Lewat kesenian ini, seniman ingin memberikan wejangan-wejangan atau informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Ipul dalam menyampaikan sambutannya di hadapan peserta Workshop Seni Tradisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim Dr. H. Jarianto, MSi, Workshop Seni Tradisi ini dihadiri sebanyak 250 orang tokoh seni tradisi dari kabupaten/kota se-Jatim. (hery)